author Ahmad Muhardian

Belajar PHP: Konsep Dasar Pemrograman PHP yang Harus Dipahami Pemula


Tutorial PHP untuk pemula

Selamat datang di Tutorial Belajar PHP untuk pemula..

Banyak pemula yang bingung dan bertanya:

“Gimana sih cara membuat web dengan PHP?”

“Apa saja alat-alat yang diperlukan untuk coding PHP?”

“Mengapa kita butuh PHP?”

..dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Tentang..

Kita akan mempelajarinya sampai paham.

Mulai dari sejarah awal kemunculan PHP, sampai bisa paham konsep dasar pemrograman PHP.

Siap?

Pastikan kamu membaca sampai akhir ya.

Mari kita mulai..

Asal usul kemunculan PHP

Pada zaman dulu.. Web itu statis, cuma dibuat dengan HTML dan sedit sentuhan CSS.

Waktu itu memang teknologi web masih belum secanggih sekarang.

Jadi saat orang membuka web, mereka sebenarnya cuma membuka file HTML dari web server.

Browser dan Webserver

Masalah waktu itu:

Jika webnya statias, kita nggak bisa tau siapa saja yang buka dan berapa orang yang buka.

Karena itu, di tahun 1993.. Rasmus Lerdorf membuat bahasa pemrograman PHP.

Rasmus Lerdorf

Awalnya PHP cuma dipakai sendiri oleh Rasmus Lerdorf, kemudian di-rilis ke publik di tahun 1995.

Dulu PHP dikenal sebagai singkatan:

PHP = Personal Home Page.

Tapi makin ke sini, singkatan itu beubah menjad:

PHP = PHP: Hypertext Preprocessor.

Apa itu PHP?

PHP adalaha bahasa pemrograman scripting yang berjalan pada server. PHP dikembangkan dengan bahasa C sehingga sintaksnya mirip-mirip dengan bahasa C.

Jadi, jika kamu sudah belajar bahasa C sebelumnya, kamu akan mudah memahami sintaks PHP.

Peralatan yang dibutuhkan untuk Coding PHP

Ada 4 tiga alat yang perlu disiapkan untuk mulai coding PHP:

  1. PHP interpreter – program buat menjalankan PHP pada server
  2. Teks Editor – buat menulis kode PHP
  3. Web Server – service buat menjalankan PHP
  4. Web Browser – buat melihat atau membuka website

Silahkan baca di sini cara install dan persiapannya:

Ini baru peralatan dasar aja ya..

Jika nanti kamu mau buat project beneran, kamu butuh yang namanya Composer buat manajemen paket.

Apa itu Composer?

Silahkan baca di sini ya:

Oke lanjut..

Alur Membuat Program PHP

Alur membuat program PHP dimulai dengan menulis program PHP. Setelah itu, menjalankannya di server.

Coba perhatikan gambar ini:

Alur coding PHP

Kita sebagai programmer menulis program PHP, kemudian kita upload ke server setelah program itu jadi.

Selanjutnya, saat pengunjung atau user membuka web.. Dia akan menerima HTML yang merupakan hasil dari eksekusi PHP.

Eksekusi web PHP

Tunggu.. 🤔

Apa nanti saat kita coding PHP, kita harus punya server?

Betul, kita harus punya server. Namun, server ini tidak harus beli dari hosting.

Kita bisa membuat server sendiri di komputer lokal (localhost) untuk menjalankan PHP. Bahkan, PHP juga sudah menyediakan server bawaan sendiri untuk keperluan development.

Kita butuh sewa server di layanan hosting saat nanti aplikasi web kita sudah jadi.

Samapai di sini sudah paham?

Saya harap kamu paham..

Jika belum paham, coba tanyakan di komentar.

Apa selanjutnya?

Oke, sejauh ini kita sudah mengenal PHP dan gimana konsep pemrogramannya.

Selamat, kamu sudah melewati langkah pertama menjadi programmer PHP.

Berikutnya, kita akan mempersiapkan alat tempur yang dibutuhkan untuk coding PHP.

Baca Juga ini

Mengenal PHP CLI dan PHP Interaktif

Mengenal PHP CLI dan PHP Interaktif

Pada tutorial dan buku pemrograman PHP yang beredar, tidak banyak yang membahas tentang PHP CLI dan PHP interaktif. PHP sendiri merupakan sebuah bahasa pemrograman yang fokus untuk pengembangan web. Karena itu, jarang sekali digunakan di lingkungan CLI (Command Line). Bagi yang belajar pemrograman PHP menggunakan XAMPP atau LAMPP, kemungkinan jarang menggunakan PHP CLI atau PHP interaktif. Tetapi, bagi yang menggunakan paket terpisah (apache2, php, mysql), kemungkinan sering bermain dengan PHP CLI dan PHP interaktif.

Cara Eksekusi Perintah Command Line (CMD) Melalui PHP

Cara Eksekusi Perintah Command Line (CMD) Melalui PHP

Perintah-perintah dasar yang sering kita ketik di Terminal maupun CMD, dapat juga kita eksekusi melalui web. Tentu saja dengan bantuan PHP. Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas fungsi-fungsi untuk operasi file dan direktori. Nah, sekarang ini kita akan coba fungsi system(). Fungsi ini untuk mengeksekusi perintah-perintah Terminal atau CMD. Baca Juga: Cara Menghapus dan Mengubah Nama Direktori dengan PHP Membuat dan Menampilkan isi Direktori dengan PHP Mari kita mulai dengan membuat sebuah file baru bernama eksekusi_perintah.

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development

Sebenarnya kita tidak butuh XAMPP, apache2, atau web server lainnya untuk menjalankan PHP di localhost. Karena PHP sendiri sudah menyediakan server bawaan yang bisa kita gunakan untuk Development. Pada PHP versi 5.4.0, CLI SAPI menyediakan fitur build-in web server yang memungkinkan kita untuk membuat server web dari perintah command line (CLI). Mengapa lebih baik menggunakan ini daripada XAMPP atau apache2? Karena dengan web server ini berjalan di console dan kita akan mudah mengetahui error dari sana.

Belajar PHP: Persiapan Pemrograman PHP di Linux

Belajar PHP: Persiapan Pemrograman PHP di Linux

Apa saja alat yang kita butuhkan untuk coding PHP di Linux? Pelajari semuanya di sini.

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

Direktori adalah lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori. Ada beberapa fungsi yang dapat digunakan di PHP untuk manipulasi direktori: Fungsi mkdir() untuk membuat direktori; Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori; Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori; Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori. Mari kita bahas semuanya satu per satu… 1. Cara Membuat Direktori di PHPFungsi yang digunakan untuk membuat direktori di PHP adalah mkdir(). Fungsi ini sama maksudnya dengan perintah mkdir di Linux dan md pada Windows.

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Dalam sebuah tabel di database, seringkali kita membuat kolom bernama id sebagai primary key. Kadang kolom tersebut kita berikan fungsi auto increment agar otomatis terisi dengan angka. Namun, kali ini kita coba menggunakan karakter yang di-generate dari nilai waktu per milidetik. 1. Mengambil Niali Unik dari Fungsi WaktuKita dapat menggunakan fungsi microtime() atau fungsi time() untuk mendapatkan nilai unik. Nilai ini, senantiasa akan berubah terus, seiring dengan perubahan waktu. Dari percobaan di atas, fungsi microtime() mengembalikan nilai unik setiap kali dipanggil.