author Ahmad Muhardian

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development


Sebenarnya kita tidak butuh XAMPP, apache2, atau web server lainnya untuk menjalankan PHP di localhost.

Karena PHP sendiri sudah menyediakan server bawaan yang bisa kita gunakan untuk Development.

Pada PHP versi 5.4.0, CLI SAPI menyediakan fitur build-in web server yang memungkinkan kita untuk membuat server web dari perintah command line (CLI).

Mengapa lebih baik menggunakan ini daripada XAMPP atau apache2?

Karena dengan web server ini berjalan di console dan kita akan mudah mengetahui error dari sana.

Oh ya, server bawaan PHP ini tidak direkomendasikan untuk digunakan pada lingkungan produksi (prodcution).

Membuat Server dari Commnd Line

Pastikan PHP sudah terinstal, kemudian buat sebuah server dengan perintah berikut ini.

php -S localhost:8000

Perhatikan argumen -S, argumen tersebut menggunakan huruf kapital. Kemudian argumen kedua adalah alamat server dan nomer port yang akan digunakan. Nomer port bebas, asalkan tidak bentrok dengan nomer port service lain.

Menjalankan Server PHP melalui Terminal

Gambar di atas menunjukkan, kalau servernya siap menerima request dari alamat http://localhost:8000 dengan root dokumenya /home/petanikode.

Percobaan server PHP

Kita akan mendapatkan error 404, karena tidak ada file index.php di root dokumen server tersebut. Berikut ini log yang akan tampil di terminal.

[email protected] ~ $ php -S localhost:8000
PHP 7.0.8-0ubuntu0.16.04.3 Development Server started at Sun Oct  9 14:43:04 2016
Listening on http://localhost:8000
Document root is /home/petanikode
Press Ctrl-C to quit.
[Sun Oct  9 14:49:15 2016] 127.0.0.1:40244 [404]: / - No such file or directory
[Sun Oct  9 14:49:15 2016] 127.0.0.1:40246 [404]: /favicon.ico - No such file or directory
[Sun Oct  9 14:49:15 2016] 127.0.0.1:40248 [404]: /favicon.ico - No such file or directory

Untuk menghentikan server, tekan tombol Ctrl+c.

Root Document

Root Document merupakan lokasi dari dokumen proyek atau web.

Misalkan, pada contoh percobaan di atas, root dokumennya berada di /home/petanikode/.

Karena saya menjalankan perintah tersebut di home direktori. Mari kita coba menggunakan root dokumen yang lain.

  1. Buat sebuah direktori baru, kemudian masuk ke direktori tersebut

    mkdir webku
    cd webku
  2. Buat sebuah file baru bernama index.php

    touch index.php
  3. Isi file tersebut dengan kode berikut ini

    <?php
    echo "Hallo, ini webku. Selamat datang ya";
    ?>
    
  4. Keumudian jalankan servernya

    php -S localhost:8000

Berikut ini hasil output yang akan kita dapatkan.

Hasil Output Server dengan direktori root yang berbeda

Lokasi dokumen root juga dapat kita tentukan secara spesifik dengan arugmen -t. Misalnya,

php -S localhost:8000 -t /var/www/html/proyek-web/

Menggunakan Skrip Router

Router fungsinya untuk mengatur arah dan tujuan. Misalkan, sebuah permintaan (request) dengan URI /profil maka arahkan atau buka halaman profil.php.

  1. Buatlah file baru pada direktori sebelumnya dengan nama router.php, kemudian isi dengan kode berukut.

    <?php // router.php
    switch ($_SERVER["REQUEST_URI"]){
    
    case "/profil":
      include("profil.php");
      break;
    case "/home":
      echo "Ini halaman Home";
      break;
    default:
      echo "404: Halaman tidak ditemukan";
    
    }
    ?>
    
  2. Kemudian buatlah file bernama profil.php dengan isi sebagai berikut.

    <?php
    echo "Ini halaman profil";
    ?>
    
  3. Jalankan servernya

    php -S localhost:8000 router.php

Hasil output yang akan kita dapatkan adalah seperti gambar ini.

Hasil Output

Nah, itulah cara menggunakan web server bawaan PHP. Lebih lengkapnya, bisa dipelajari di dokumentasi PHP. Sekian tulisan kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Referensi: php.net

Baca Juga ini

6 Peralatan yang Harus dipersiapkan untuk Belajar Pemrograman Web (PHP) di Linux

6 Peralatan yang Harus dipersiapkan untuk Belajar Pemrograman Web (PHP) di Linux

Apa saja aplikasi yang dibutuhkan untuk pemrograman web di Linux? Jawabannya: tergantung bahasa yang akan digunakan. Biasanya bahasa yang umum digunakan adalah PHP. Selain PHP, kita juga menggunakan Python, Java, Ruby, C#, dan sebagainya. Pada tulisan ini, kita akan menggunakan PHP… Untuk bahasa yang lain silahkan baca di sini: Membuat Aplikasi Web dengan Python Belajar Membuat Web dengan Nodejs untuk Pemula Lalu untuk alat-alat yang kita butuhkan untuk pemrograman PHP di Linux adalah sebagai berikut:

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

Direktori adalah lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori. Ada beberapa fungsi yang dapat digunakan di PHP untuk manipulasi direktori: Fungsi mkdir() untuk membuat direktori; Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori; Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori; Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori. Mari kita bahas semuanya satu per satu… googletag.cmd.push(function () { googletag.display('div-gpt-ad-multibanner1'); }); 1. Cara Membuat Direktori di PHPFungsi yang digunakan untuk membuat direktori di PHP adalah mkdir().

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Dalam sebuah tabel di database, seringkali kita membuat kolom bernama id sebagai primary key. Kadang kolom tersebut kita berikan fungsi auto increment agar otomatis terisi dengan angka. Namun, kali ini kita coba menggunakan karakter yang di-generate dari nilai waktu per milidetik. 1. Mengambil Niali Unik dari Fungsi WaktuKita dapat menggunakan fungsi microtime() atau fungsi time() untuk mendapatkan nilai unik. Nilai ini, senantiasa akan berubah terus, seiring dengan perubahan waktu.

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Saya berencana akan melakukan instal ulang dalam waktu dekat ini. Karena ada beberapa kerusakan yang saya temukan di Distro Linux yang sedang saya pakai. Sebelum melakukan itu, ada baiknya mencatat dulu konfigurasi server yang sedang berjalan. Supaya nanti mudah mengonfigurasi lagi. Server Apache dan PHP di Linux tidak seperti server XAMPP di Windows. Server Apache dan PHP di linux memiliki hak akses direktori yang harus dipatuhi.

Membuat Project PHP dengan Composer

Membuat Project PHP dengan Composer

Sebanarnya untuk memulai belajar pemrograman PHP, kita tidak butuh banyak alat. Cukup dengan 4 alat ini...