author Ahmad Muhardian

Belajar PHP: Memahami Prosedur dan Fungsi


Banyak fungsi build-in dari php yang sering kita gunakan, seperti print(), print_r(), unset(), dll. Selain fungsi-fungsi tersebut, kita juga dapat membuat fungsi sendiri sesuai kebutuhan.

Pemrograman PHP

Fungsi adalah sekumpulan intruksi yang dibungkus dalam sebuah blok. Fungsi dapat digunakan ulang tanpa harus menulis ulang instruksi di dalamnya.

Fungsi pada PHP dapat dibuat dngan kata kunci function, lalu diikuti dengan nama fungsinya.

Contoh:

function namaFungsi(){
  //...
}

Kode intruksi dapat di tulis di dalam kurung kurawal ({...}).

Contoh:

function perkenalan(){
  echo "Assalamulaikmu, ";
  echo "Perkenalkan, nama saya Ardianta<br/>";
  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}

Fungsi yang sudah dibuat tidak akan menghasilkan apapun kalau tidak dipanggil. Kita dapat memanggil fungsi dengan menuliskan namanya.

Contoh:

perknalan();

Jadi, kode lengkapnya seperti ini:

<?php
// mmbuat fungsi
function perkenalan(){
  echo "Assalamulaikmu, ";
  echo "Perkenalkan, nama saya Ardianta<br/>";
  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}

// memanggil fungsi yang sudah dibuat
perkenalan();

echo "<hr>";

// memanggilnya lagi
perkenalan();
?>

hasilnya:

Output Fungsi PHP

Fungsi dengan Parameter

Supaya intruksi yang di dalam fungsi lebih dinamis, kita dapat menggunakan parameter untuk memasukkan sebuah nilai ke dalam fungsi. Nilai tersebut akan diolah di dalam fungsi.

Misalkan, pada contoh fungsi yang tadi, tidak mungkin nama yang dicetak adalah ardianta saja dan salam yang dipakai tidak selalu assalamualaikum. Maka, kita dapat menambahkan parameter menjadi seperti ini:

<?php
// mmbuat fungsi
function perkenalan($nama, $salam){
  echo $salam.", ";
  echo "Perkenalkan, nama saya ".$nama."<br/>";
  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}

// memanggil fungsi yang sudah dibuat
perkenalan("Muhardian", "Hi");

  echo "<hr>";

  $saya = "Indry";
  $ucapanSalam = "Selamat pagi";
  // memanggilnya lagi
  perkenalan($saya, $ucapanSalam);
?>

Hasilnya:

Fungsi dengan Parameter

Paramter dengan Nilai Default

Nilai default dapat kita berikan di parameter. Nilai default berfungsi untuk mengisi nilai sebuah parameter, kalau parameter tersebut tidak diisi nilainya.

Misalnya: saya lupa mengisi parameter salam, maka program akan error. Oleh karena itu, kita perlu memberikan nilai default supaya tidak error.

Contoh:

<?php
// mmbuat fungsi
function perkenalan($nama, $salam="Assalamualaikum"){
  echo $salam.", ";
  echo "Perkenalkan, nama saya ".$nama."<br/>";
  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}

// memanggil fungsi yang sudah dibuat
perkenalan("Muhardian", "Hi");

echo "<hr>";

$saya = "Indry";
$ucapanSalam = "Selamat pagi";
// memanggilnya lagi tanpa mengisi parameter salam
perkenalan($saya);
?>

Hasilnya:

Fungsi nilai parameter default

Fungsi yang Megembalikan Nilai

Hasil pengolahan nilai dari fungsi mungkin saja kita butuhkan untuk pemrosesan berikutnya. Oleh karena itu, kita harus membuat fungsi yang dapat mengembalikan nilai.

Pengembalian nilai dalam fungsi dapat menggunakan kata kunci return.

Contoh:

<?php
// membuat fungsi
function hitungUmur($thn_lahir, $thn_sekarang){
  $umur = $thn_sekarang - $thn_lahir;
  return $umur;
}

echo "Umur saya adalah ". hitungUmur(1994, 2015) ." tahun";
?>

Hasilnya:

Fungsi dengan nilai kembalian

Memangil Fungsi di dalam Fungsi

Fungsi yang sudah kita buat, dapat juga dipanggil di dalam fungsi lain.

Contoh:

<?php
// membuat fungsi
function hitungUmur($thn_lahir, $thn_sekarang){
  $umur = $thn_sekarang - $thn_lahir;
  return $umur;
}

function perkenalan($nama, $salam="Assalamualaikum"){
  echo $salam.", ";
  echo "Perkenalkan, nama saya ".$nama."<br/>";
  // memanggil fungsi lain
  echo "Saya berusia ". hitungUmur(1994, 2015) ." tahun<br/>";
  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}


// memanggil fungsi perkenalan
perkenalan("Ardianta");

?>

Hasilnya:

Fungsi yang saling memanggil

Fungsi rekursif

Fungsi rekursif adalah fungsi yang memanggil dirinya sendiri. Fungsi ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan masalah sepeti faktorial, bilangan fibbonaci, pemrograman dinamis, dll.

Contoh fungsi rekursif:

<?php

function faktorial($angka) {
  if ($angka < 2) {
    return 1;
  } else {
  // memanggil dirinya sendiri
  return ($angka * faktorial($angka-1));
  }
}

// memanggil fungsi
echo "faktorial 5 adalah " . faktorial(5);

?>

Hasilnya:

Fungsi Rekursif

Baca Juga ini

[Solved] Error Yii: `mcrypt required` di Linux

[Solved] Error Yii: `mcrypt required` di Linux

Saat mengikuti praktikum bebas, Saya mendapatkan error swaktu inisialisasi atau mempersiapkan Framework Yii di server lokal linux. Perintah php init berfungsi untuk mengekseskusi berkas php yang bernama init. Berkas ini tersimpan di direktori framework Yii. Di dalam berkas tersebut, terdapat perintah untuk memangil sebuah ekstensi bernama mcrypt. Ekstensi ini belum tepasang di Linux (Xubuntu) yang saya gunakan. Dengan demikian, solusi untuk permasalahan ini adalah memasang mcrypt.

Pengenalan Slim Framework untuk Pemula

Pengenalan Slim Framework untuk Pemula

Slim Framework adalah mikro framework PHP untuk membuat aplikasi web. Biasanya digunakan untuk membuat REST API atau webserivice. Pada kesempatan ini, kita akan belajar dasar-dasar penggunaan Slim Framework. Mulai dari tahap instalasi, sampai membuat route. Catatan: Tutorial ini untuk Slim Versi 3 Baiklah, mari kita mulai… googletag.cmd.push(function () { googletag.display('div-gpt-ad-multibanner1'); }); Konsep Slim FramworkSlim Framework sebenarnya sangat sederhana. Dia hanya bertugas menerima HTTP Request, lalu memanggil fungsi yang diinginkan.

Pemrograman Javascript: Langkah Awal Belajar Javascript

Pemrograman Javascript: Langkah Awal Belajar Javascript

Pada tutorial ini, kamu akan berkenalan dengan javascript dan belajar cara membuat program pertama dengan Javascript. Javascript adalah bahasa pemrograman yang wajib dipelajari, apabila kamu ingin mendalami dunia web development.

Belajar Django #1: Pengenalan Dasar Django untuk Pemula

Belajar Django #1: Pengenalan Dasar Django untuk Pemula

Pengenalan Django, Instalasi Django, Membuat Project Django, dan Memahami struktur project Django

Pertemuan kedua praktikum bebas, memahami MVC Yii

Pertemuan kedua praktikum bebas, memahami MVC Yii

Melanjutkan praktikum sebelumnya, pada pertemuan kedua ini kita akan belajar MVC (Model, View, Controller) Yii. Memahami MVC dengan praktik langsung. Modifikasi controller Jurusan Mari kita buka berkas JurusanController.php, yang berada di direktori backend/controllers/. Isi dari berkas tersebut berupa kelas bernama JurusanController, kelas ini turunan dari kelas Controller. <?php namespace backend\controllers; use Yii; use backend\models\Jurusan; use yii\data\ActiveDataProvider; use yii\web\Controller; use yii\web\NotFoundHttpException; use yii\filters\VerbFilter; /** * JurusanController implements the CRUD actions for Jurusan model.

Pertemuan pertama praktikum bebas, belajar framework Yii

Pertemuan pertama praktikum bebas, belajar framework Yii

Pagi tadi, pertemuan pertama praktikum bebas dimulai. Praktikum ini diadakan oleh STMIK Bumigora Mataram secara cuma-cuma. Praktikum ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam memrogram. Pada praktikum ini, kita mempelajari framework yii. Persiapan senjata praktikumSebelum memulai praktikum, pastikan sudah memasang apache, php, dan mysql versi terbaru yang mendukung framework Yii. Di praktikum ini saya menggunakan Linux (Xubuntu). Sedikit informasi server web lokal yang sedang berjalan di laptop saya.