author Ahmad Muhardian

Belajar PHP: Persiapan Pemrograman PHP di Linux


Pemrograman web dengan PHP di Linux

Setelah kita membahas gimana konsep dasar pemrograman PHP, sekarang kita akan melakukan persiapan alat-alat untuk coding PHP di Linux.

Apa saja itu?

  1. Teks Editor
  2. Web Browser
  3. PHP interpreter
  4. Web Server Apache
  5. MySQL (opsional)
  6. PHPmyadmin (opsional)

Wah banyak juga ya..

Jika kamu cuma mau belajar dasar pemrograman PHP aja, sebenarnya cuma butuh alat dari 1–4 saja.

Sisanya, MySQL dan PHPmyadmin nanti akan kita pakai saat membuat proyek yang butuh database. Kamu boleh meingstallnya sekarang, boleh juga nanti.

Pada tutorial ini, kita akan menginstall satu-persatu.. layaknya menyiapkan server baru.

Jika kamu tidak inign menginstal satu-persatu, kamu bisa pakai XAMPP.

Silahkan baca tutorialnya di sini:

Oke..

Kalau begitu, mari kita mulai!

1. Teks Editor

Teks Editor akan kita gunakan untuk menulis kode PHP.

Ada banyak pilihan teks editor di Linux seperti: Gedit, Geany, Atom, Sublime, CodeLite, dsb.

Pilihlah teks editor yang kamu sukai.

Saya sendiri menggunakan VS Code, karena cukup lengkap dan mudah digunakan.

Teks editor VS Code untuk menulis kode PHP

Baca juga:

2. Browser

Browser sudah pasti ada di setiap komputer.

Jadi kamu tidak perlu menginstalnya.

Ada banyak pilihan browser di Linux: Google Chrome, Firefox, Opera, dsb.

Pilihlah browser yang kamu sukai.

Browser Mozilla Firefox di Linux Mint

Rekomendasi dari saya, pakai aja web browser terbaru dari Chrome dan Firefox. Karena kebanyakan orang pakai dua browser ini.

3. PHP Interpreter

Agar kode PHP dapat dieksekusi, kita membutuhkan interpreter PHP. Interpreter berfungsi untuk menjalankan kode PHP.

Versi PHP terakhir saat ini adalah versi 8.1, jadi pastikan kamu menginstall versi ini ya.

Karena, masa dukungan PHP 8.1 sampai akhir tahun 2024.

Masa dukungan PHP

Kamu bisa cek di sini: https://www.php.net/supported-versions.php

Jika kamu menginstal PHP 7, berarti kamu menggunakan PHP yang sudah usang.

Oke, kalau gitu..

Gimana cara install PHP di Linux?

Jika kamu menggunakan Ubuntu atau distro berbasis debian, kamu bisa menginstalnya dengan perintah:

sudo apt install php

Lalu, ketik y untuk melanjutkan:

Install PHP 7 di Linux

Jika kamu pengguna Fedora atau distro berbasis Redhat, kamu bisa menginstallnya dengan perintah:

sudo dnf install php

Setelah itu, ketik y untuk melanjutkan:

Install PHP di Fedora

Setelah itu, jangan lupa install library yang biasanya sering digunakan.

Ubuntu:

sudo apt install libapache2-mod-php php-mysql php-common

Fedora:

sudo dnf install libapache2-mod-php php-mysql php-common

Keterangan:

  • paket libapache2-mod-php dibutuhkan oleh server Apache2;
  • paket php-common berisi bebrapa libray yang sering dibutuhkan;
  • paket php-mysql dibutuhkan untuk koneksi PHP dengan MySQL.

Setelah itu, untuk memastikan PHP terinstal dengan benar.

Coba ketik perintah:

php -v

atau

php --version

Hasilnya:

Cek Versi PHP yang terinstall

Di Komputer saya sudah terinstall PHP versi 8.1.12.

4. Server Web (Apache)

Sebenarnya PHP sudah mebawa server web sendiri, jadi Apache sebenarnya tidak perlu kita install.

Tapi, karena kita ingin menggunakan PHPMyAdmin, maka kita harus menginstalnya.

Silahkan ketik perintah berikut ini untuk menginstal server apache di Linux:

Ubuntu:

sudo apt install apache2

Fedora

sudo dnf install apache2

Setelah itu, coba periksa versi yang terinstal dengan perintah apache2 -v.

Versi Apache yang terinstall

Lalu bagaimana cara mengoprasikan server Apache ini?

Kalau menggunakan XAMPP, kita tinggal klik start saja, maka service apache2 akan dijalankan.

Nah, kalau di Linux, kita bisa menggunakan perintah ini untuk menyalakan service apache:

sudo service apache2 start

Perintah untuk menghentikan server apache:

sudo service apache2 stop

Perintah untuk me-restart:

sudo service apache2 restart

Perintah untuk melihat status server:

sudo service apache2 status

Selain itu, kita juga bisa membuka alamat http://localhost untuk memeriksa apakah server apache sudah berjalan atau belum.

Apabila tampilannya seperti berikut ini, maka servernya sedang berjalan.

Ujicoba server apache melalui browser

Jangan lupa juga untuk mengatur hak akses direktori servernya, agar user biasa bebas membuat file dan direktori di sana.

sudo chmod 777 /var/www/html -R

5. Server Database (MySQL)

Saat kita akan membuat aplikasi yang lebih kompleks, kita membutuhkan database untuk menyimpan datanya.

Biasanya, database yang digunakan adalah MySQL. Selain MySQL, ada juga PostgreSQL, Mongodb, SQLite, dsb.

Kita akan menggunakan MySQL saja.

Silahkan ketik perintah berikut ini untuk menginstal MySQL di Linux.

sudo apt install mysql-server

Ketik y untuk melanjutkan:

Install MySQL

Pada proses instalasi, kita akan diminta password untuk user root di MySQL.

Silahkan masukkan password yang mudah diingat (contoh: kopi).

Membuat password root mysql

Masukkan lagi password-nya:

Konfirmasi Password

Instalasi selesai.

Jangan lupa juga untuk memeriksa versi MySQL yang terinstal dengan perintah mysql --version.

Periksa versi mysql yang terinstall

Cara mengoperasikannya sama seperti menjalankan service apache.

sudo service mysql start # menayakan service
sudo service mysql stop # menghentikan service
sudo service mysql restart # menyalakan ulang service
sudo service mysql status # melihat status server

6. PHPMyAdmin (Opsional)

PHPMyAdmin akan digunakan untuk mengelola database MySQL dengan mudah. Karena memiliki tampilan GUI berbasis web.

Selain menggunakan PHPMyAdmin, kita dapat juga menggunakan aplikasi yang lain seperti Beekeeper Studio, MySQL Workbench, Navicat, dsb.

Silahkan ketik perintah berikut untuk menginstal PHPMyAdmin di Linux:

sudo apt install phpmyadmin

Ketik y untuk melanjutkan:

Install PHPmyadmin di Linux

Dalam proses instalasi kita akan diminta menentukan jenis server dan password untuk root.

Silahkan tekan tombol Spasi untuk memilih server apache2.

Memilih server Web

Tanda bintang (*) artinya kita sedang memilih apache2.

Kenapa kita harus memilih apache2?

Karena tadi kita menginstal apache2 sebagai webserver-nya.

Berikutnya kita akan diminta untuk mengkonfigurasi PHPMyAdmin. Silahkan pilih Yes lalu tekan Enter.

Lalu masukkan password untuk user root PHPmyadmin. Kita samakan password-nya dengan password mysql, yaitu: kopi.

Membuat password phpmyadmin

Masukkan lagi password-nya:

Membuat password phpmyadmin

Setelah berhasil diinstal, cobalah periksa ke http://localhost/phpmyadmin. Lalu, masuk dengan password yang sudah dibuat.

Login ke phpmyadmin

Nah, semua sudah dipersiapkan.

Bila tidak ada error sampai tahap ini, berarti kita sudah berhasil mempersiapkan semua alat-alat yang diperlukan untuk memrogram web di Linux.

Selanjutnya, kita bisa mulai membuat web.

Update: MySQL 5.7

Pada MySQL versi 5.7, user root tidak bisa digunakan untuk login di phpmyadmin.

Cara mengatasi masalah ini:

Kita bisa membuat user baru yang memiliki akses yang sama seperti root. Silahkan ikuti langkah-langkah berikut.

Masuk ke shell MySQL-nya terlebih dahulu dengan perintah:

sudo mysql -u root

Setelah itu, buat user baru dengan perintah ini:

CREATE USER 'admin'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password';

Pertahaikan:

Silahkan ganti admin dan passoword dengan username dan password yang anda inginkan.

Kemudian kita berikan hak akses yang sama seperti root dengan perintah ini:

GRANT ALL PRIVILEGES ON * . * TO 'admin'@'localhost';

Setelah itu ketik perintah berukut untuk me-load ulang akses:

FLUSH PRIVILEGES;

Jika kamu mengalami kesulitan, coba tonton video ini:

Troubleshooting PHPmyadmin

Jika kamu mendapatkan masalah seperti ini:

error phpmyadmin

Coba install libapache2-mod-php:

sudo apt install libapache2-mod-php

Setelah itu, restart server apache2:

sudo service apache2 restart

Masih tidak bisa?

Coba lakukan ini:

Konfigurasi ulang phpmyadmin dengan perintah berikut:

sudo dpkg-reconfigure -plow phpmyadmin

Masih tidak bisa juga?

hmmm… coba cek referensi berikut:

Apa Selanjutnya?

Kita sudah menyiapkan semua alat yang dibutuhkan untuk pemrograman PHP.

Selanjutnya, kita bisa mulai coding PHP..

Silahkan lanjutkan ke:

Selamat belajar!

Baca Juga ini

Kode CRUD dalam Satu File PHP

Kode CRUD dalam Satu File PHP

Pernah mebayangkan, tidak? Membuat CRUD (Create, Read, Update, Delete) dalam satu file PHP. Biasanya, membuat aplikasi CRUD dilakukan dengan membuat file terpisah. Masing-masing file mewakili CRUD. Misalkan file create.php untuk menambahkan data, read.php untuk menampikan data, update.php untuk mengubah data, dan delete.php untuk menghapus data. Bagaimana kalau, semuanya digabungkan ke dalam satu file PHP? Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan sebuah kode CRUD yang ditulis dalam satu file PHP. Kode ini, saya buat dengan koneksi database menggunakan API mysqli.

Cara Backup Database MySQL di Linux (Ekspor dan Impor)

Cara Backup Database MySQL di Linux (Ekspor dan Impor)

Membuat backup (cadangan) database perlu dilakukan sebelum instal ulang server atau untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Backup sebenarnya bisa kita lakukan melalui Phpmyadmin dengan cara mengekspor semua database. Tapi bagaimana kalau kita belum menginstal Phpmyadmin di Server? Tenang… Kita masih bisa melakukan backup melalui command line. Caranya gimana? Silahkan disimak: Cara Backup Semua DatabaseKita bisa backup database MySQL dengan perintah mysqldump. Perintah ini akan membuat kode SQL.

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

Direktori adalah lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori. Ada beberapa fungsi yang dapat digunakan di PHP untuk manipulasi direktori: Fungsi mkdir() untuk membuat direktori; Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori; Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori; Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori. Mari kita bahas semuanya satu per satu… 1. Cara Membuat Direktori di PHPFungsi yang digunakan untuk membuat direktori di PHP adalah mkdir(). Fungsi ini sama maksudnya dengan perintah mkdir di Linux dan md pada Windows.

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Dalam sebuah tabel di database, seringkali kita membuat kolom bernama id sebagai primary key. Kadang kolom tersebut kita berikan fungsi auto increment agar otomatis terisi dengan angka. Namun, kali ini kita coba menggunakan karakter yang di-generate dari nilai waktu per milidetik. 1. Mengambil Niali Unik dari Fungsi WaktuKita dapat menggunakan fungsi microtime() atau fungsi time() untuk mendapatkan nilai unik. Nilai ini, senantiasa akan berubah terus, seiring dengan perubahan waktu. Dari percobaan di atas, fungsi microtime() mengembalikan nilai unik setiap kali dipanggil.

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Saya berencana akan melakukan instal ulang dalam waktu dekat ini. Karena ada beberapa kerusakan yang saya temukan di Distro Linux yang sedang saya pakai. Sebelum melakukan itu, ada baiknya mencatat dulu konfigurasi server yang sedang berjalan. Supaya nanti mudah mengonfigurasi lagi. Server Apache dan PHP di Linux tidak seperti server XAMPP di Windows. Server Apache dan PHP di linux memiliki hak akses direktori yang harus dipatuhi. Sehingga, kalau kita membuat skrip upload file akan selalu gagal.

Membuat Project PHP dengan Composer

Membuat Project PHP dengan Composer

Sebanarnya untuk memulai belajar pemrograman PHP, kita tidak butuh banyak alat. Cukup dengan 4 alat ini...