author Ahmad Muhardian

Belajar Vala: Mengenal Bahasa Pemrograman Vala (untuk Pemula)


Banyak programmer ingin membuat aplikasai Linux (Gnome) dengan bahasa tingkat tinggi seperti Java dan C#.

Tapi sayangnya, bahasa tersebut belum mendukung GObject secara penuh.. Mau tidak mau harus menggunakan bahasa C.

Tapi bahasa C, bukanlah bahasa tingkat tinggi.

Ia bahkan tidak mendukung OOP atau pemrograman berorientasikan objek.

Lalu solusinya gimana?

Solusinya:

Menggunakan bahasa pemrograman Vala.

Bahasa pemrograman Vala

Apa itu Vala?

dan Bagaimana cara memprogramnya?

Mari kita bahas…

Apa itu Vala?

Vala adalah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh JΓΌrg Billeter dan Raffaele Sandrini1. Saat ini Vala menjadi bagian dari proyek Gnome. 2

Sintaks vala sangat mirip dengan C#, sehingga membuatmu akan mudah mempelajarinya.

Dan juga memiliki fitur yang hampir sama:

Ada anonymous function, signal, properties, generic, foreach, interface, dll.

Vala memiliki compiler bernama valac yang berfungsi untuk mengubah kode program Vala menjadi bahasa C dengan menggunakan sistem tipe data GObject.

Di sinilah letak bedanya Vala dengan bahasa OOP yang lain.

Jika kamu membuat program dengan Java, maka kamu membutuhkan JVM (Java virtual machine) untuk menjalankannya.

Dan jika kamu membuat program dengan C#, kamu juga akan membutuhkan virtual mesin .Net (dotnet).

Sedangkan Vala, tidak butuh virtual machine. Karena ia akan langsung di-compile menjadi bahasa C yang tentunya akan membuat performanya sama seperti program yang dibuat dengan C.

Oke sekarang…

Bagaimana cara memulai belajar Vala?

Peralatan yang dibutuhkan untuk Belajar Vala

Ada dua alat yang harus kamu siapkan untuk memulai belajar Vala:

  1. Teks Editor
  2. Vala Compiler

Saya anggap kamu sudah menyiapkan Teks Editor. Karena di Linux pasti ada teks editor yang terinstal secara default.

Ada Gedit, Kate, Vim, Scratch, dll.

Teks editor Kate untuk menulis program Vala
Teks editor Kate untuk menulis program Vala

Kamu bisa memanfaatkan itu untuk menulis kode Vala.

Nah, sekarang yang perlu kita siapkan adalah vala compiler.

Berikut ini cara install Vala di Debian, Ubuntu, Linux Mint, ElementaryOS, dan keturunan lainnya:

Buka terminal, lalu ketik:

sudo add-apt-repository ppa:vala-team
sudo apt-get update
sudo apt-get install valac

Tunggulah sampai prosesnya selesai.

Instalasi Vala di Ubuntu

Sedangkan pada Arch Linux, kamu bisa menginstalnya dengan perintah:

sudo pacman -Sy
sudo pacman -S vala

Setelah itu, coba ketik perintah vala --version untuk memeriksa versi yang terinstal.

Versi Vala yang terisntall

Semuanya sudah siap, sekarang mari kita:

Membuat Program Vala Pertama

Bukalah teks editor, kemudian ketik kode berikut

void main(){
    print("Hello World!\n");
}

Setelah itu simpan dengan nama hello_world.vala.

Menyimpan kode program vala

Setelah itu, buka terminal dan masuk ke folder tempat kamu menyimpan kode programnya.

Ketik perintah berikut untuk menjalankan program vala:

vala hello_world.vala

Maka hasilnya:

Menjalankan program vala

Yay, berhasil! πŸŽ‰

Kita sudah membuat program Vala pertama.

Program akan langsung dieksekusi begitu kita mengetik perintah ini:

vala hello_world.vala

Ini sebenarnya untuk mengetes program saja. Kalau untuk program akhirnya, kita harus compile menjadi binary.

Caranya gimana?

Berikut:

Cara Kompilasi Program Vala

Seperti yang saya katakan di awal tadi, kode program vala bisa dikompilasi menjadi bahasa C, atauapun langsung menjadi file binary yang siap untuk dieksekusi.

Nah, cara compile-nya sama seperti kita menjalankan program. Tapi menggunakan valac seperti ini:

valac hello_wolrd.vala

Maka hasilnya:

Kompilasi Program Vala

File binary ini biasanya akan ditaruh pada folder bin di Linux.

Atau kita juga bisa langsung mengeksekusinya dengan perintah:

./hello_world

Hasilnya:

Eksekusi Hello World

File binary ini sama seperti file binary yang dihasilkan ketika kita membuat program dengan bahasa C.

Keren ‘kan…

Oh iya, kita juga bisa compile kode program Vala menjadi bahasa C.

Caranya, tinggal tambahkan argumen --ccode atau -C pada valac.

Contoh:

valac --ccode hello_world.vala

Maka hasilnya:

Kompilasi vala menjadi bahasa c

Jika kita mencoba membuka kode hello_word.c, maka akan mendapatkan kode program C yang menggunakan GObject.

Kode program c dari Vala

Dengan begini, kita tidak perlu lagi repot-repot menggunakan bahasa C untuk membuat aplikasi dengan GObject.

Terimakasih Vala.. πŸ™

Contoh Program GUI dengan GTK+

Apabila kita ingin membuat program GUI atau Desktop, maka kita bisa menggunakan beberapa library untuk membuat GUI.

Salah satu yang sering digunakan di Linux adalah GTK+.

Pastikan library ini sudah terinstal di komputer kita. Karena kalau tidak, kamu akan mendapatkan error seperti ini:

Error karena library GTK belum terinstal

Ini artinya, library GTK+ belum ada di komputer kita. Maka dari itu, kita harus menginstalnya.

Cara install-nya:

sudo apt install libgtk2.0-dev

Atau (untuk versi 3):

sudo apt install libgtk-3-dev

Oke, kita sepakati aja akan menggunakan GTK+ versi 3, mari kita install dulu.

Instalasi GTK+ versi 3

Setelah itu, mari kita buat program desktop dengan GTK+.

Buatlah file baru kemudian isi dengan kode berikut:

using Gtk;

int main(string[] args){

    Gtk.init(ref args);

    var window = new Window();
    window.title = "Hallo dunia";
    window.border_width = 10;
    window.window_position = WindowPosition.CENTER;
    window.set_default_size(350, 70);
    window.destroy.connect(Gtk.main_quit);

    var label = new Label("Salam kenal GTK dari Vala");

    window.add(label);
    window.show_all();

    Gtk.main();
    return 0;

}

Simpan kode program tersebut dengan nama hello_gtk.vala.

Lalu coba jalankan dengan perintah:

vala --pkg gtk+-3.0 hello_gtk.vala

Maka hasilnya:

Program Gui dengan Vala GTK

Kereeen.. πŸ‘

Kita juga bisa compile program ini menjadi binary dengan perintah:

valac --pkg gtk+-3.0 hello_gtk.vala

Argumen --pkg gtk+-3.0 artinya kita akan menggunakan library GTK versi 3 pada program ini.

Apa Selanjutnya?

Kita sudah mengenal bahasa pemrograman Vala serta mengapa harus menggunaknnya.

Pada intinya, jika kamu ingin membuat program yang memanfaatkan GObject dengan bahasa tingkat tinggi, namun tidak ingin menggunakan bahasa C.. Vala adalah pilihan terbaik.

Selain itu, sintaks bahasa pemrograman Vala juga mirip seperti C# yang membuatnya mudah untuk dipelajari.

Selanjutnya silahkan coba-coba sendiri membuat program dengan Vala.

Selamat belajar!

Baca Juga ini

Tutorial PyGTK #2: Belajar Membuat Tombol, Label, dan Event Click Handler

Tutorial PyGTK #2: Belajar Membuat Tombol, Label, dan Event Click Handler

Pada tutorial ini, kamu akan belajar cara membuat tombol dan label. Serta belajar cara membuat fungsi untuk event handler pada tombol...

Tutorial PyGTK #1: Belajar Pemrograman GUI dengan Python dan PyGTK di Linux

Tutorial PyGTK #1: Belajar Pemrograman GUI dengan Python dan PyGTK di Linux

GUI adalah singkatan dari Graphical User Interface. Aplikasi GUI memang mudah digunakan. Karena terdapat tampilan visual grafis yang bisa diklik. Salah satu modul atau libraray yang sering digunakan untuk membuat aplikasi GUI adalah GTK+. Pada kesempatan ini, kita akan menggunakan modul tersebut dengan mencoba membuat sebuah jendela atau window. Mari kita mulai… googletag.cmd.push(function () { googletag.display('div-gpt-ad-multibanner1'); }); Apa itu GTK+ dan PyGTK?Sebelum itu, kamu harus pahami dulu apa perbedaan dari GTK+ dan PyGTK.

Tutorial PyGTK #4: Mengenal 5 Macam Container untuk Membuat Layout

Tutorial PyGTK #4: Mengenal 5 Macam Container untuk Membuat Layout

Pada tutorial ini, kamu akan belajar macam-macam layout dan container di PyGTK. Ini penting untuk membuat tampilan aplikasi yang lebih rapi...

Tutorial PyGTK #3: Belajar Membuat Tooltips

Tutorial PyGTK #3: Belajar Membuat Tooltips

Pada tutorial ini, kamu akan belajar cara membuat Tooltips dengan PyGTK. Tooltips adalah sebuah informasi tambahan pada elemen...

Trik Agar Jendela JFrame Selalu Tampil di Tengah Layar

Trik Agar Jendela JFrame Selalu Tampil di Tengah Layar

googletag.cmd.push(function () { googletag.display('div-gpt-ad-multibanner1'); }); Saat kita membuat program GUI dengan Swing, jendelanya sering tampil pada pojok kiri atas atau pada titik (0,0). Bagaimana caranya agar jendela selalu tampil di tengah-tengah layar? Apakah kita harus mengatur manual posisi titiknya? Ya perlu, untuk lebih jelasnya mari kita bahas… Class-class yang dibutuhkanAda dua class yang kita butuhkan untuk membuat jendela JFrame tampil di tengah-tengah. Dimension untuk membuat objek dimensi Toolkit untuk mengambil ukuran layar Kedua class tersebut berada dalam package java.

Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner di Java

Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner di Java

Konversi bilangan desimal ke biner sangat mudah dilakukan di Java, karena ada method atau fungsi yang sudah disediakan untuk melakukannya. Berikut ini tampilan program konversi yang saya buat dengan Java (Swing). Terdapat dua tombol pada program tersebut. Tombol pertama berfungsi untuk menentukan tipe konversinya (Desi-ke-Bin atau Bin-ke-Desi). Kode yang dikerjakan di tombol tersebut adalah sebagai berikut. private void btnTipeKonversiActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) { if(btnTipeKonversi.