author Ahmad Muhardian

[Review] Text Editor Atom di Linux, Apa saja yang Baru?


Text Editor Atom

Saya memang sudah lama tidak menggunakan Atom lagi sejak beralih ke VS Code.

Hari ini, Atom baru saja merilis versi terbarunya (1.24.0).

Ini waktu yang tepat untuk melakukan review.

Oya, saya akan melakukan review di mesin Core i3 dengan Ram 6GB dan sistem operasi Linux Mint 18.2 64-bit.

Instalasi Atom di Linux

Kita bisa menginstall Atom dengan mendownlowd file .deb atau .rpm di website resminya.

Download Atom dari Website Resmi

Atau bisa juga donwnload melalui Github.

Download Atom dari Github

Konsumsi Memori Atom

Atom dibuat dengan framwork Electron seperti VS Code. Konsumsi memorinya hampir sama.

Dilihat dari System Monitor, Atom memakan sekitar 400+ MB.

Konsumsi memori teks editor Atom

Sedikit lebih banyak dibandingkan VS Code.

Kecepatan Start-up

Kecepatannya saat dibuka lumayan cukup cepat. Sekitar 20–60 detik di komputer saya.

Tema

Atom membawa beberapa tema default seperti One Dark, Atom Dark, Atom White, dll.

Namun saya lagi senang menggunakan tema Dracula. Ternyata di Atom, Tema ini juga ada.

  • UI Theme: One Dark
  • Syntax Theme: Dracula

Penampakannya seperti ini.

Tema Dracula Atom

Oya, Tema Dracula ini tidak tersedia secara default. Artinya kita harus menginstallnya dulu.

Terminal di Atom

Atom tidak menyediakan Terminal seperti VS Code. Namun, kita bisa menambahkannya dengan plugin terminal-tab.

Terminal di dalam Atom

Terminal ini bisa dibuka dengan tombol Shift+T (di windows), sedangkan di Linux Shift+Windows+T.

Tapi, ada beberapa kekurangan (versi 0.5.0), yaitu toggle Terminal-nya tidak ada. Artinya setiap kita menekan tombol Shift+Windows+T maka akan terbuka terminal dan tab terminal baru.

Namun, issue ini sudah dilaporkan di Github. Kita tunggu saja update selanjutnya.

Shortcut Key

Karena sudah lama tidak pakai Atom, saya agak lupa shorcut key-nya. Namun, menurut saya shorcut key atom cukup mudah dihapal.

Saat ini saya belum menemukan masalah terhadap shorcut key Atom.

Oya, saya menggunakan plugin VIM Mode di Atom untuk belajar VIM.

VIM Mode

Saya menggunakan plugin: vim-mode-plus

Dukungan Terhadap Git dan Github

Atom adalah produk yang diracik oleh Github. Tentu saja Atom akan mendukung Git dan Github.

Pada pojok kanan bawah, terdapat tiga ikon khusus untuk mengakses Git.

Ada ikon untuk mengakses branch, git pull, fetch, pull, dan melihat daftar file yang sudah diubah pada repositori.

Dukungan Git di Atom

Kita bisa langsung melakukan git commit di sini.

Git Commit di dalam Atom

Atom Teletype

Atom Teletype adalah fitur yang memungkinkan teks editor kita terhubung dengan yang lain. Jadi nanti kita bisa ngetik kode bersamaan seperti melakukan remote dengan Team Viewer.

Atom Teletype

Fitur ini sebenarnya masih dalam tahap beta. Saya belum mencobanya.

Karena belum ada teman untuk saling konek 😅.

Informasi lebih lengkap tentang fitur ini, dapat ditemui di websitenya: https://teletype.atom.io/.

Activate Power Mode Masih didukung

Masih ingat dengan plugin Activate Power Mode?

Yang ini lho…

Activate Power Mode

Saya kira plugin ini sudah tidak berfungsi lagi di Atom versi terbaru.

Plugin ini sebenarnya untuk senang-senang saja. Mungkin bisa untuk menambah semangat saat coding 😄.

Plugin Atom yang Saya Install

Ada beberapa plugin yang saya install untuk kebutuhan sehari-hari.

  • autocomplete-emojis — untuk membuat emoji

    Emoji di Atom

  • activate-power-mode — untuk bersenang-senang, biar fun dalam coding 😄

  • atom-autocomplete-php — autocomplete saat coding PHP

  • atom-beautify — untuk merapikan atau format kode

  • autocomplete-json — untuk autocomplete JSON

  • autocomlete-xml — untuk autocomplete XML

  • docblockr — untuk membuat komentar dan dokumentasi dalam kode dengan mudah

    Komentar dokumentasi dengan docblockr

  • terminal-tab — untuk membuka terminal di dalam Atom

  • vim-mode-plus — untuk emulator VIM di Atom

  • language-markdown — untuk membantu menulis markdown

Selain dari itu ada juga beberapa plugin bawaaan Atom yang saya disable karena jarang digunakan.

Apa Selanjutnya

Review ini masih belum selesai. Masih banyak yang belum dibahas. Namun, saya cukupkan sampai di sini.

Review ini sepenuhnya bersifat subjektif. Karena berasal dari pendapat pribadi. Jika teman-teman punya pendapat lain. Mari sampaikan melalui komentar.

Oya, artikel ini ditulis dengan teks editor Atom.

Baca Juga ini

Mau Semangat Coding? Coba Activate Power Mode

Mau Semangat Coding? Coba Activate Power Mode

Pada akhir tahun 2015, saya pernah menulis tentang plug-in Atom bernama activate-power-mode. Plug-in memang keren, membuat kita merasa semakin asyik menulis kode. Kepopuleran plug-in ini membuat programmer yang lain ikut membuat plug-in serupa untuk teks editor selain Atom. Berikut ini daftar plug-in activate-power-mode, dikutip dari repositori awesome-power-mode. 1. AtomAwalmulanya plug-in ini dibuat sebagai replikas dari Code in Dark Editor. Kita harus mendapatkan skor di atas 200 untuk dapat menyaksikan efek activate-power-mode.

[Review] Text Editor Visual Studio Code di Linux

[Review] Text Editor Visual Studio Code di Linux

Bagaimana rasanya menggunakan Visual Studio Code di Linux? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Simak selangkapnya...

6 Teks Editor Berbasis Teks (CLI) di Linux untuk Menulis Kode

6 Teks Editor Berbasis Teks (CLI) di Linux untuk Menulis Kode

Teks editor merupakan software yang wajib dimiliki programmer. Karena dengan teks editor lah kita dapat menulis kode. Kali ini, saya akan mengulas 6 teks editor berbasis teks (CLI) di Linux yang dapat kita gunakan untuk menulis kode program. 1. Pico Pico merupakan teks editor berbasis teks yang mudah digunakan. Teks editor ini menjadi favorit para pengguna baru. Pico awalnya hadir bersama Pine email client.

Menulis Kode dengan Activate Power Mode di Atom

Menulis Kode dengan Activate Power Mode di Atom

Beberapa minggu yang lalu, saya menemukan sebuah gambar animasi gif di facebook. Animasi penulisan kode yang disertai efek partikel bertaburan. Menarik, sepertinya akan menyenangkan menulis kode dengan efek ini. Tidak lama kemudian, saya menemukan modulnya untuk Atom. Efek ini awalnya hanya bisa dinikmati di Code in Dark Editor. Kemdian, seorang programmer bernama Joel Besada membuat replikasinya. Joel menulis sebuah modul untuk Atom, namanya activate-power-mode. Berikut ini cuplikannya: Cara Instal Activate Power ModeBuka teks editor Atom, kemudian masuk ke manu Edit>Preferences atau tekan tombol Ctrl+, (koma).

Mengenal 9 Magic Constants di PHP yang Mungkin Sering Kamu Gunakan

Mengenal 9 Magic Constants di PHP yang Mungkin Sering Kamu Gunakan

Konstanta adalah sebuah nilai yang tidak akan pernah berubah dan tidak bisa diubah. Namun, ada 9 konstanta ajaib (magic constant) di PHP yang akan selalu berubah nilainya tergantung pada penggunaannya.

Belajar PHP: Perbedaan Fungsi echo(), print(), dan printf() pada PHP

Belajar PHP: Perbedaan Fungsi echo(), print(), dan printf() pada PHP

Ada tiga fungsi yang bisa digunakan untuk mencetak teks ke layar, yaitu: echo(), print(), dan printf(). Apa saja sih perbedaan dari tiga fungsi ini?