author Ahmad Muhardian

Manfaat fungsi max() di pemrograman python


Pernahkan anda bertemu dengan kasus perbandingan suatu nilai yang terbesar? Bila menyelesaikan menggunakan if dan datanya banyak, tentu akan terasa sangat merepotkan. Karena banyak nilai yang akan dibandingkan.

Fungsi max() adalah fungsi bulid-in untuk mencari nilai tertinggi. Fungsi ini dapat diberikan sebuah parameter berupa angka. Artikel ini sebenarnya dibuat untuk menjawab sebuah pertanyaan di grup Python Indonesia.

Saya pemilik pabrik sepatu, saya menugaskan staff saya untuk menginput jumlah penjualan bulan Januari, Februari, dan Maret 2014. Sebagai pemilik saya ingin tahu dibulan mana penjualan tertinggi
Permasalahan di atas, dapat diselesaikan dengan fungsi max(). Karena si pemilik pabrik ingin mengetahui di bulan mana penjualan yang tertinggi, maka kita tinggal inputkan bulan-bulan yang ingin dicari nilai tertingginya ke dalam fungsi max()

Eksperimen di modus interaktif

Sebelum memulai membuat program, kita coba dulu ngode di modus interaktif.
>>> bulan = {‘jan’: 32, ‘feb’: 43, ‘mar’: 21}
>>> tmp = max(bulan[‘jan’], bulan[‘feb’], bulan[‘mar’])
>>> tmp
43
>>> for i in bulan:
… print i

jan
mar
feb
>>> for i in bulan:
… print bulan[i]

32
21
43
>>> for i in bulan:
… if tmp == bulan[i]:
… print i

feb
Pada expereimen di atas saya membuat sebuah dictionary (kamus) dengan nama bulan sebagai kunci. Tiap-tiap bulan ditentukan total penjualannya. Lalu menghitung nilai tertinggi dengan fungsi max(). Kita dapatkan total penjualan tertinggi adalah 43. Tapi kita belum tahu, di bulan mana yang bernilai 43. Oleh karena itu, dengan menggunakan perulangan, kemudian di dalam perulangan tersebut dibandingkan isi variabel tmp dengan nilai tiap-tiap bulan, maka kita dapatkan penjualan tertinggi terdapat pada bulan feb (februari).

Membuat Program

Setelah memahami, hasil eksperimen, sekarang saatnya membuat program untuk penyelesaian masalah tersebut.
print “Selamat datang di program penghitungan pendapatan”
print “-"50

# persiapan awal
bulan = {‘jan’: 0, ‘feb’: 0, ‘mar’: 0}

# input data
for i in bulan:
bulan[i] = input(“Silahkan masukkan pendaptan pada bulan %s: " % i)

# hitung mana yang tertinggi
tertinggi = max(bulan[‘jan’], bulan[‘feb’], bulan[‘mar’])

# cari dan cetak di bulan mana yang tertinggi
for i in bulan:
if bulan[i] == tertinggi:
print i

Uji coba program

Uji coba program dengan masukan data atau nilai yang berbeda untuk tiap bulannya.

Notabene:
Seharusnya program diatas menampilkan pesan Masukkan total penjualan pada bulan x, tapi karena sudah terlanjur menggunakan kata pendapatan, ya dibiarkan sajalah, yang penting logikanya benar.

 Ada yang mau menambahkan?

Baca Juga ini

Tutorial PyGTK #3: Belajar Membuat Tooltips

Tutorial PyGTK #3: Belajar Membuat Tooltips

Pada tutorial ini, kamu akan belajar cara membuat Tooltips dengan PyGTK. Tooltips adalah sebuah informasi tambahan pada elemen...

Tutorial PyGTK #2: Belajar Membuat Tombol, Label, dan Event Click Handler

Tutorial PyGTK #2: Belajar Membuat Tombol, Label, dan Event Click Handler

Pada tutorial ini, kamu akan belajar cara membuat tombol dan label. Serta belajar cara membuat fungsi untuk event handler pada tombol...

Tutorial PyGTK #1: Belajar Pemrograman GUI dengan Python dan PyGTK di Linux

Tutorial PyGTK #1: Belajar Pemrograman GUI dengan Python dan PyGTK di Linux

GUI adalah singkatan dari Graphical User Interface. Aplikasi GUI memang mudah digunakan. Karena terdapat tampilan visual grafis yang bisa diklik. Salah satu modul atau libraray yang sering digunakan untuk membuat aplikasi GUI adalah GTK+. Pada kesempatan ini, kita akan menggunakan modul tersebut dengan mencoba membuat sebuah jendela atau window. Mari kita mulai… Apa itu GTK+ dan PyGTK?Sebelum itu, kamu harus pahami dulu apa perbedaan dari GTK+ dan PyGTK. GTK+ (GIMP Toolkit) merupakan library yang digunakan untuk membangun antarmuka grafis.

Belajar Pemrograman Python: Memahami Perulangan

Belajar Pemrograman Python: Memahami Perulangan

Perualangan dalam bahasa pemrograman berfungsi menyuruh komputer melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Terdapat dua jenis perualangan dalam bahasa pemrograman python, yaitu perulangan dengan for dan while. Perulangan for disebut counted loop (perulangan yang terhitung), sementara perulangan while disebut uncounted loop (perulangan yang tak terhitung). Perbedaannya adalah perulangan for biasanya digunakan untuk mengulangi kode yang sudah diketahui banyak perulangannya. Sementara while untuk perulangan yang memiliki syarat dan tidak tentu berapa banyak perulangannya.

Belajar Pemrograman Python: Memahami Percabangan untuk Membuat Logika Program

Belajar Pemrograman Python: Memahami Percabangan untuk Membuat Logika Program

Mungkin kalian akan bertanya: Apa itu percabangan dan kenapa dinamakan percabangan? Buat yang belum pernah kuliah atau belajar tentang algoritme dan flowchart, mungkin ini istilah yang baru pertama kamu dengar. Isitilah ini sebenarnya untuk menggambarkan alur program yang bercabang. Pada flow chart, logika “jika…maka” digambarkan dalam bentuk cabang. Karena itu, ini disebut percabangan. Selain percabangan, struktur ini juga disebut control flow, decision, struktur kondisi, Struktur if, dsb. Percabangan akan mampu membuat program berpikir dan menentukan tindakan sesuai dengan logika/kondisi yang kita berikan.

Belajar Pemrograman Python: Mengenal 6 Jenis Operator dalam Python

Belajar Pemrograman Python: Mengenal 6 Jenis Operator dalam Python

Setelah kita mengenal variabel dan tipe data pada Python, selanjutnya kita akan berkenalan dengan Operator. Apa itu operator? Operator merupakan simbol-simbol yang digunakan untuk melakukan operasi tertentu. Ada enam jenis operator dalam pemrograman yang wajib diketahui: Operator Aritmatika Operator Pembanding/Relasi Operator Penugasan Opeartor Logika Operator Bitwise Operator Ternary Mari kita bahas semuanya… 1. Operator AritmatikaOpeartor aritmatika termasuk dalam operator yang paling sering digunakan dalam pemrograman. Opeartor aritmatika terdiri dari: