author Ahmad Muhardian

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori


Cara membuat, menghapus, melihat isi, dan mengubah nama direktori di PHP

Direktori adalah lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori.

Ada beberapa fungsi yang dapat digunakan di PHP untuk manipulasi direktori:

  1. Fungsi mkdir() untuk membuat direktori;
  2. Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori;
  3. Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori;
  4. Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori.

Mari kita bahas semuanya satu per satu…

1. Cara Membuat Direktori di PHP

Fungsi yang digunakan untuk membuat direktori di PHP adalah mkdir(). Fungsi ini sama maksudnya dengan perintah mkdir di Linux dan md pada Windows.

Parameter yang diberikan ke fungsi mkdir() berupa string. Parameter ini yang akan menjadi nama direktori.

Contoh:

<?php mkdir("contoh_direktori"); ?>

Atau kita juga bisa memberikan alamat path, dan atributnya:

<?php mkdir("./ini_direktori/contoh/saja", 0777, true); ?>

Keterangan:

  • Parameter 0777 adalah hak akses yang kita berikan kepada direktori;
  • Parameter true artinya kita mengizinkan pembuatan direktori secara rekursif.

Membuat direktori dengan PHP

2. Cara Melihat isi Direktori dengan PHP

Fungsi yang digunakan untuk melihat isi direktori adalah scandir(). Fungsi ini akan mengembalikan nilai berupa array yang berisi nama-nama dari isi direktori.

Contoh:

<?php
$dir = scandir("ini_direktori");
print_r($dir);
?>

Maka variabel $dir akan berisi:

Array
(
    [0] => .
    [1] => ..
    [2] => contoh
)

Dengan begini, kita bisa memanfaatkan perulangan untuk menampilka semua isi dari direktori.

Menampilkan semua isi direktori dengan PHP

Perhatikan:

Pada hasil output terdapat satu isi, berupa titik pada indeks ke-0 dan ke-1. Arti dari titik ini adalah link yang mengahar ke direktori itu sendiri dan direktori induknya.

.  = direktori itu sendiri
.. = direktori di atasnya

Bonus:

View this post on Instagram

A post shared by Petani Kode | Coding & Growing (@petanikode)

3. Cara Menghapus Direktori dengan PHP

Menghapus direktori dapat dilakukan dengan fungsi rmdir(). Fungsi ini memiliki parameter berupa string. Parameter tersebut adalah nama direktori yang ingin dihapus.

Contoh:

<?php rmdir("nama_dir"); ?>

Fungsi rmdir() akan menghasilkan error apabila direktorinya tidak ditemukan. Untuk mengatasi ini, kita bisa menggunakan fungsi is_dir() untuk mengecek direktorinya ada atau tidak.

Contoh:

<?php
$nama_dir = "petanikode";

if( is_dir($nama_dir) ) {
    rmdir($nama_dir); 
} else {
    echo "Direktori tidak ditemukan"; 
}
?>

Percobaan:

Menghapus direktori dengan PHP

4. Mengubah Nama Direktori dengan PHP

Kita dapat merubah nama direktori dengan fungsi rename(). Fungsi ini tidak hanya untuk merubah nama direktori, mengubah nama file juga dapat menggunakan fungsi ini.

Ada dua parameter yang harus diberikan kepada fungsi ini. Pertama, nama file atau direktori yang akan diubah. Kedua, nama barunya.

Contoh:

<?php rename("petanikode", "“petani_kode_baru"); ?>

Percobaan:

Mengubah nama direktori atau folder dengan PHP

Apa Selanjutnya?

Kita sudah mengetahui 4 fungsi di PHP untuk manipulasi direktori atau folder. Lalu apa selanjutnya?

Selanjutnya kamu bisa mengembangkan aplikasi PHP untuk yang memanfaatkan fungsi-fungsi tersebut.

Misalnya:

  • Aplikasi file sistem berbasis PHP;
  • Shell Backdoor (🙊 upps!);
  • Aplikasi untuk Instalasi Web di Server;
  • dan sebagainya.

Baca Juga ini

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Dalam sebuah tabel di database, seringkali kita membuat kolom bernama id sebagai primary key. Kadang kolom tersebut kita berikan fungsi auto increment agar otomatis terisi dengan angka. Namun, kali ini kita coba menggunakan karakter yang di-generate dari nilai waktu per milidetik. 1. Mengambil Niali Unik dari Fungsi WaktuKita dapat menggunakan fungsi microtime() atau fungsi time() untuk mendapatkan nilai unik. Nilai ini, senantiasa akan berubah terus, seiring dengan perubahan waktu.

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Saya berencana akan melakukan instal ulang dalam waktu dekat ini. Karena ada beberapa kerusakan yang saya temukan di Distro Linux yang sedang saya pakai. Sebelum melakukan itu, ada baiknya mencatat dulu konfigurasi server yang sedang berjalan. Supaya nanti mudah mengonfigurasi lagi. Server Apache dan PHP di Linux tidak seperti server XAMPP di Windows. Server Apache dan PHP di linux memiliki hak akses direktori yang harus dipatuhi.

Membuat Project PHP dengan Composer

Membuat Project PHP dengan Composer

Sebanarnya untuk memulai belajar pemrograman PHP, kita tidak butuh banyak alat. Cukup dengan 4 alat ini...

Belajar PHP: Memahami 4 Jenis Perulangan dalam Pemrograman PHP

Belajar PHP: Memahami 4 Jenis Perulangan dalam Pemrograman PHP

Perulangan adalah hal dasar yang harus dipelajari dalam pemrograman PHP. Pada artikel ini, kita akan belajar jenis perulangan di PHP.

Belajar PHP: Menggunakan Percabangan untuk Membuat Logika Program

Belajar PHP: Menggunakan Percabangan untuk Membuat Logika Program

Pemahaman tentang percabangan akan sangat membantumu belajar ke tahap berikutnya. Karena dengan percabangan kita bisa membuat logika program. Pada tulisan ini kita akan belajar tentang percabangan di PHP dengan contoh