author Ahmad Muhardian

Cara Eksekusi Perintah Command Line (CMD) Melalui PHP


Perintah-perintah dasar yang sering kita ketik di Terminal maupun CMD, dapat juga kita eksekusi melalui web. Tentu saja dengan bantuan PHP.

Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas fungsi-fungsi untuk operasi file dan direktori.

Nah, sekarang ini kita akan coba fungsi system(). Fungsi ini untuk mengeksekusi perintah-perintah Terminal atau CMD.

Baca Juga:

Mari kita mulai dengan membuat sebuah file baru bernama eksekusi_perintah.php, kemudian isi dengan kode berikut.

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <meta charset="utf-8">
    <title>Eksekusi Perintah</title>
</head>

<body>

    <form>
    <label for="cmd">Perintah</label>
    <input type="text" name="cmd" placeholder="perintah (cmd)" />
    <input type="submit" value="Eksekusi" />
    </form>

</body>
</html>

<?php

    if(isset($_GET['cmd'])){
        echo "<pre>";
        echo system($_GET['cmd']);
        echo "</pre>";
    }

?>

Setelah itu, silahkan di simpan dalam direktori web server (/var/www/html atau C:\xampp\htdocs).

Pertahitkanlah kode di atas, di sana kita menggunakan sebuah form untuk mendapatkan perintah. Kemudian perintah tersebut akan ditampung dalam variabel $_GET.

Sebelum perintah itu dieksekusi, kita periksa dulu, apakah sudah ada perintah atau belum dengan fungsi isset().

Terakhir, barulah kita eksekusi perinah dengan fungsi system().

Hasilnya ketika dicoba dengan perintah ls -l:

Hasil Ekseksusi

Coba juga perintah Linux yang lainnya seperti lspci, date 2016, uname -a, man ls, dan sebagainya. Bagaimanakah hasilnya?

Itulah cara mengeksekusi perintah command line melalui PHP. Kita hanya memerlukan fungsi system() untuk melakukannya. Lalu hasil eksekusinya bisa kita tampilkan dengan perintah echo atau print.

Baca Juga ini

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development

Sebenarnya kita tidak butuh XAMPP, apache2, atau web server lainnya untuk menjalankan PHP di localhost. Karena PHP sendiri sudah menyediakan server bawaan yang bisa kita gunakan untuk Development. Pada PHP versi 5.4.0, CLI SAPI menyediakan fitur build-in web server yang memungkinkan kita untuk membuat server web dari perintah command line (CLI). Mengapa lebih baik menggunakan ini daripada XAMPP atau apache2? Karena dengan web server ini berjalan di console dan kita akan mudah mengetahui error dari sana.

6 Peralatan yang Harus dipersiapkan untuk Belajar Pemrograman Web (PHP) di Linux

6 Peralatan yang Harus dipersiapkan untuk Belajar Pemrograman Web (PHP) di Linux

Apa saja aplikasi yang dibutuhkan untuk pemrograman web di Linux? Jawabannya: tergantung bahasa yang akan digunakan. Biasanya bahasa yang umum digunakan adalah PHP. Selain PHP, kita juga menggunakan Python, Java, Ruby, C#, dan sebagainya. Pada tulisan ini, kita akan menggunakan PHP… Untuk bahasa yang lain silahkan baca di sini: Membuat Aplikasi Web dengan Python Belajar Membuat Web dengan Nodejs untuk Pemula Lalu untuk alat-alat yang kita butuhkan untuk pemrograman PHP di Linux adalah sebagai berikut:

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

Direktori adalah lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori. Ada beberapa fungsi yang dapat digunakan di PHP untuk manipulasi direktori: Fungsi mkdir() untuk membuat direktori; Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori; Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori; Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori. Mari kita bahas semuanya satu per satu… googletag.cmd.push(function () { googletag.display('div-gpt-ad-multibanner1'); }); 1. Cara Membuat Direktori di PHPFungsi yang digunakan untuk membuat direktori di PHP adalah mkdir().

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Dalam sebuah tabel di database, seringkali kita membuat kolom bernama id sebagai primary key. Kadang kolom tersebut kita berikan fungsi auto increment agar otomatis terisi dengan angka. Namun, kali ini kita coba menggunakan karakter yang di-generate dari nilai waktu per milidetik. 1. Mengambil Niali Unik dari Fungsi WaktuKita dapat menggunakan fungsi microtime() atau fungsi time() untuk mendapatkan nilai unik. Nilai ini, senantiasa akan berubah terus, seiring dengan perubahan waktu.

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Saya berencana akan melakukan instal ulang dalam waktu dekat ini. Karena ada beberapa kerusakan yang saya temukan di Distro Linux yang sedang saya pakai. Sebelum melakukan itu, ada baiknya mencatat dulu konfigurasi server yang sedang berjalan. Supaya nanti mudah mengonfigurasi lagi. Server Apache dan PHP di Linux tidak seperti server XAMPP di Windows. Server Apache dan PHP di linux memiliki hak akses direktori yang harus dipatuhi.

Membuat Project PHP dengan Composer

Membuat Project PHP dengan Composer

Sebanarnya untuk memulai belajar pemrograman PHP, kita tidak butuh banyak alat. Cukup dengan 4 alat ini...