author Ahmad Muhardian

Mengenal PHP CLI dan PHP Interaktif


Pada tutorial dan buku pemrograman PHP yang beredar, tidak banyak yang membahas tentang PHP CLI dan PHP interaktif.

PHP sendiri merupakan sebuah bahasa pemrograman yang fokus untuk pengembangan web. Karena itu, jarang sekali digunakan di lingkungan CLI (Command Line).

Bagi yang belajar pemrograman PHP menggunakan XAMPP atau LAMPP, kemungkinan jarang menggunakan PHP CLI atau PHP interaktif.

Tetapi, bagi yang menggunakan paket terpisah (apache2, php, mysql), kemungkinan sering bermain dengan PHP CLI dan PHP interaktif.

Apa itu PHP CLI?

PHP CLI (Command Line Interface) merupakan PHP yang berjalan di Command Line.

PHP CLI memungkinkan kita membangun aplikasi shell dengan PHP.

PHP CLI pertama kali diknalkan pada PHP versi 4.2.0 sebagai percobaan (eksperimental).

Salah satu contoh aplikasi shell yang berjalan di Command Line adalah Composer.

Composer sendiri merupakan manajemen paket untuk PHP, seperti apt pada Linux.

Cara Menggunakan PHP CLI

Cara menggunakan PHP CLI dapat kita baca melalui manualnya. Manual dapat kita buka dengan perintah man php.

Dokumentasi PHP CLI

Contoh perintah-perintah Dasar PHP CLI

Menampilkan bantuan:

php -h

Mengeksekusi sebuah skrip:

php -f nama-skrip.php

atau

php nama-skrip.php

Membuat Server:

php -S localhost:8000

Menampilkan informasi PHP:

php -i

Menampilkan versi PHP:

php -v

Eksekusi fungsi bawaan PHP:

php -r 'echo "Sekarang tanggal " . Date("d/m/Y") ."\n";'

Hasil output dari eksekusi melalui PHP CLI berupa teks polos (plain text).

Jadi, meskipun kita mencetak tag HTML, hasilnya akan ditampilkan apa adanya.

PHP Interaktif

Salah satu ciri dari bahasa skrip (scripting) adalah memiliki konsol untuk menjalankan atau mengeksekusi sebuah fungsi secara interaktif.

Cara masuk ke mode PHP interaktif adalah dengan mengetik perintah php -a pada terminal.

PHP Interaktif

Dalam mode interaktif, kita dapat mengetik perintah-perintah atau fungsi PHP secara langsung. Kemudian akan mendapatkan hasil output saat itu juga.

Setiap perintah harus diakhiri dengan titik koma (;).

Kalau tidak, maka akan terjadi error.

Berbeda dengan konsol milik javascript yang boleh tidak memakai titik koma.

Kesimpulan

PHP CLI merupakan PHP yang dijalankan melalui Command Line. Sedangkan PHP Interaktif merupakan sebuah konsol PHP yang memungkinkan kita menjalankan fungsi atau perintah PHP secara interaktif.

PHP CLI dan PHP interaktif sering digunakan untuk menguji sebuah kode skrip maupun fungsi.

Referensi:

Baca Juga ini

6 Peralatan yang Harus dipersiapkan untuk Belajar Pemrograman Web (PHP) di Linux

6 Peralatan yang Harus dipersiapkan untuk Belajar Pemrograman Web (PHP) di Linux

Apa saja aplikasi yang dibutuhkan untuk pemrograman web di Linux? Jawabannya: tergantung bahasa yang akan digunakan. Biasanya bahasa yang umum digunakan adalah PHP. Selain PHP, kita juga menggunakan Python, Java, Ruby, C#, dan sebagainya. Pada tulisan ini, kita akan menggunakan PHP… Untuk bahasa yang lain silahkan baca di sini: Membuat Aplikasi Web dengan Python Belajar Membuat Web dengan Nodejs untuk Pemula Lalu untuk alat-alat yang kita butuhkan untuk pemrograman PHP di Linux adalah sebagai berikut:

Cara Eksekusi Perintah Command Line (CMD) Melalui PHP

Cara Eksekusi Perintah Command Line (CMD) Melalui PHP

Perintah-perintah dasar yang sering kita ketik di Terminal maupun CMD, dapat juga kita eksekusi melalui web. Tentu saja dengan bantuan PHP. Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas fungsi-fungsi untuk operasi file dan direktori. Nah, sekarang ini kita akan coba fungsi system(). Fungsi ini untuk mengeksekusi perintah-perintah Terminal atau CMD. Baca Juga: Cara Menghapus dan Mengubah Nama Direktori dengan PHP Membuat dan Menampilkan isi Direktori dengan PHP Mari kita mulai dengan membuat sebuah file baru bernama eksekusi_perintah.

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development

Sebenarnya kita tidak butuh XAMPP, apache2, atau web server lainnya untuk menjalankan PHP di localhost. Karena PHP sendiri sudah menyediakan server bawaan yang bisa kita gunakan untuk Development. Pada PHP versi 5.4.0, CLI SAPI menyediakan fitur build-in web server yang memungkinkan kita untuk membuat server web dari perintah command line (CLI). Mengapa lebih baik menggunakan ini daripada XAMPP atau apache2? Karena dengan web server ini berjalan di console dan kita akan mudah mengetahui error dari sana.

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

4 Fungsi di PHP untuk Manipulasi Direktori

Direktori adalah lokasi penyimpanan pada file system yang dapat berisi kumpulan file dan direktori. Ada beberapa fungsi yang dapat digunakan di PHP untuk manipulasi direktori: Fungsi mkdir() untuk membuat direktori; Fungsi scandir() untuk melihat isi direktori; Fungsi rmdir() untuk menghapus direktori; Fungsi rename() untuk mengubah nama direktori. Mari kita bahas semuanya satu per satu… googletag.cmd.push(function () { googletag.display('div-gpt-ad-multibanner1'); }); 1. Cara Membuat Direktori di PHPFungsi yang digunakan untuk membuat direktori di PHP adalah mkdir().

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Membuat Generator id Unik seperti id Video YouTube di PHP

Dalam sebuah tabel di database, seringkali kita membuat kolom bernama id sebagai primary key. Kadang kolom tersebut kita berikan fungsi auto increment agar otomatis terisi dengan angka. Namun, kali ini kita coba menggunakan karakter yang di-generate dari nilai waktu per milidetik. 1. Mengambil Niali Unik dari Fungsi WaktuKita dapat menggunakan fungsi microtime() atau fungsi time() untuk mendapatkan nilai unik. Nilai ini, senantiasa akan berubah terus, seiring dengan perubahan waktu.

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Saya berencana akan melakukan instal ulang dalam waktu dekat ini. Karena ada beberapa kerusakan yang saya temukan di Distro Linux yang sedang saya pakai. Sebelum melakukan itu, ada baiknya mencatat dulu konfigurasi server yang sedang berjalan. Supaya nanti mudah mengonfigurasi lagi. Server Apache dan PHP di Linux tidak seperti server XAMPP di Windows. Server Apache dan PHP di linux memiliki hak akses direktori yang harus dipatuhi.