author Ahmad Muhardian

Kenapa Bahasa Pemrograman Java Kurang Cocok untuk Pemula?


Sudah dua kali semester saya mengajar di praktikum pemrograman Java. Hasilnya, hanya sebagian mahasiswa yang mengerti. Sebagiannya lagi masih pusing (atau mungkin saya yang tidak bisa mengajar).

Bahasa pemrograman Java memang populer dan banyak digunakan di lapangan, oleh karena itu pihak kampus memilih bahasa ini untuk diajarkan pada semester I.

Anak-anak ngoding di sawah

Bapak Endy Muhardin, dalam tulisan di blognya yang berjudul Java: Tidak untuk Pemula mengatakan: “Java memang bahasa yang mature. Sudah stabil (artinya tidak terlalu banyak perubahan fundamental) dan sudah teruji digunakan berbagai aplikasi besar dengan sukses. Tetapi tidak berarti mudah bagi pemula.”

Kemudian saya mencoba mengumpulkan beberapa alasan, kenapa bahasa pemrograman Java kurang cocok untuk pemula?

1. Sintak Susah Dihapal

Menurut saya, sintaks Java agak susah dihapal/diingat. Karena sintaknya cukup panjang.

Pembuatan program Hello World saja sampai sepanjang ini.

package com.petanikode.HelloWorld;

public class HelloWorld {

    public static void main(String[] args){
        System.out.println("Hello World");
    }
}

Pada pertemuan pertama, saya mengajarkan kode di atas.

Besoknya tidak ada yang ingat, kalau tidak mencontek.

Java Hello World!

Bandingkan dengan:

PHP:

<?php
  echo "Hello World!";
?>

Python:

print "Hello World!"

Javascript:

alert("Hello World!");

Bagi yang sudah pernah belajar pemrograman atau sudah menguasai salah satu bahasa pemrograman sebelumnya, mungkin tidak akan kesulitan mengingat dan memahami sintaks Java di atas.

Tapi bagi pemula yang tidak pernah coding sama sekali, akan merasa kesulitan mengingat dan memahaminya.

2. Belum Paham Tentang Package

Seorang pemula akan mempertanyakan banyak hal, karena belum paham apa-apa…

“om, apa maksud dari baris ini:

package com.petanikode.NamaProgram;

package itu apa?”

Itu untuk menandakan lokasi namespace atau lokasi kodenya.

“Wah, namespace itu apa lagi om?”

Hmm… apa ya? (nggak bisa jawab 😄)

2. Belum Belajar Akses Level

“Om, public ini fungsinya untuk apa?”

Pada pemrograman berorientasikan objek, ada yang namanya akses level (public, protected, dan private).

Akses level ini untuk menentukan akses pada class, atribut, dan method.

public fungsinya untuk memberikan akses level publik, artinya class lain bebas mengaksesnya.

Saya tidak paham Java

“Bisa jelaskan dengan bahasa yang sedikit lebih mudah…”

3. Belum Belajar Class

Class itu apa dan untuk apa?”

Class adalah rancangan dari sebuah objek.

“Objek, apaan lagi itu?”

Duh! Akhirnya saya menjelaskan Class itu untuk membuat nama program. Meskipun itu bukan pengertian yang sesungguhnya.

package com.petanikode.NamaProgram;

public class NamaProgram {

    public static void main(String[] args){
        System.out.println("Hello World");
    }

}

4. Belum Belajar Array

Lihat saja pada program HelloWorld di atas, array sudah digunakan untuk menyimpan argumen atau parameter.

Mereka lalu bertanya…

“Kata om tadi String[] args itu sebuah array yang bertipe data String. String itu apa dan Array itu apa?”

Untuk pertemuan pertama ini, kita memang belum belajar ini. Tapi, saya akan mencoba memberikan sedikit penjelasan.

Array itu variabel yang bisa menyimpan banyak data dan String itu tipe data teks.

Paham?

5. Belum Tahu Method Instance dan Static

Static void main itu maksudnya apa?”

“Kenapa harus static dan void?”

main adalah method utama dalam program. Method ini wajib ada agar program bisa dijalankan.

“Tunggu dulu, method itu apa om?”

Method itu fungsi, ok untuk selanjutnya kita sebut saja fungsi untuk memudahkan.

Selanjutnya static itu digunakan agar method/fungsi dapat dieksekusi tanpa harus membuat objek (instansiasi) dari class.

dan void adalah tipe kembalian dari fungsi. void artinya tidak mengembalikan nilai apa-apa (kosong).

Paham?

Akhir Kata…

Jadi, itulah beberapa alasan kenapa bahasa pemrograman Java kurang cocok untuk pemula.

Intinya, karena Java menggunakan paradigma OOP (Object Oriented Programming), sedangkan para pemula belum pernah belajar OOP sebelumnya.

Namun, bukan berarti Java tidak boleh dipelajari oleh pemula. Silahkan dipelajari dengan tekun, pasti bisa!

UPDATE [juli 2017]: Beberapa universitas di dunia akhirnya menyadari, kalau Java adalah bahasa yang kurang bagus untuk diajari pertama kali kepada pemula.

Berdasarkan penelitian Philip Guo pada ACM (Association for Computing Machinery), pada tahun 2014 Python menjadi bahasa yang paling populer untuk memperkenalkan pemrograman pada jurusan teknik informatika/ilmu komputer di US.

Hasil penelitian Philip Guo

Silahkan baca: Universities finally realize that Java is a bad introductory programming language

Baca Juga ini

Trik Agar Jendela JFrame Selalu Tampil di Tengah Layar

Trik Agar Jendela JFrame Selalu Tampil di Tengah Layar

googletag.cmd.push(function () { googletag.display('div-gpt-ad-multibanner1'); }); Saat kita membuat program GUI dengan Swing, jendelanya sering tampil pada pojok kiri atas atau pada titik (0,0). Bagaimana caranya agar jendela selalu tampil di tengah-tengah layar? Apakah kita harus mengatur manual posisi titiknya? Ya perlu, untuk lebih jelasnya mari kita bahas… Class-class yang dibutuhkanAda dua class yang kita butuhkan untuk membuat jendela JFrame tampil di tengah-tengah. Dimension untuk membuat objek dimensi Toolkit untuk mengambil ukuran layar Kedua class tersebut berada dalam package java.

Menghitung Akar Kuadrat dan Akar Kubik dengan Java

Menghitung Akar Kuadrat dan Akar Kubik dengan Java

Pada pelajaran Matematika, kadang kita sering menemukan perhitungan akar. Contoh, akar kuadrat dari 25 adalah 5, karena 5x5=25, bisa ditulis: $\sqrt{25} = 5$. Lalu kalau akar kubik dari 27 adalah 3, karena 3x3x3=27, bisa ditulis: $\sqrt[3]{27} = 3$. Bagaimana cara kita membuat perhitungan tersebu di Java? Perhitungan akar kuadrat dapat dilakukan dengan fungsi sqrt(). Fungsi ini terdapat dalam class Math. Jadi untuk menghitung akar seperti di atas dalam kode java dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner di Java

Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner di Java

Konversi bilangan desimal ke biner sangat mudah dilakukan di Java, karena ada method atau fungsi yang sudah disediakan untuk melakukannya. Berikut ini tampilan program konversi yang saya buat dengan Java (Swing). Terdapat dua tombol pada program tersebut. Tombol pertama berfungsi untuk menentukan tipe konversinya (Desi-ke-Bin atau Bin-ke-Desi). Kode yang dikerjakan di tombol tersebut adalah sebagai berikut. private void btnTipeKonversiActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) { if(btnTipeKonversi.

Pemrograman Android di Linux dengan Eclipse

Pemrograman Android di Linux dengan Eclipse

Awalnya Google menggunakan Eclipse sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi Android. Kemudian beralih ke Android Studio. Eclipse memang lebih ringan daripada Android Studio, akan tetapi Eclipse sudah tidak lagi didukung oleh Google. Artinya, kalau ada fitur terbaru atau API terbaru dari Android, kita (mungkin) tidak akan bisa menggunakannya di Eclipse. Namun tidak ada salahanya menggunakan Eclipse untuk membuat aplikasi Android. Bila kamu ingin mencobanya, silahkan ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan perisapan.

Belajar Java: Menggunakan Prosedur dan Fungsi untuk Membuat Sub-program

Belajar Java: Menggunakan Prosedur dan Fungsi untuk Membuat Sub-program

Pada contoh program di pembahasan sebelumnya, kita hanya menulis kode intruksi pada fungsi main() saja. Fungsi main() adalah fungsi utama dalam program Java. Semua kode yang kita tulis di dalamnya, akan langsung dieksekusi. Tapi masalahnya sekarang: “Bagaimana kalau kita membuat program yang cukup besar, apakah kita masih bisa menulis semua kodenya di dalam fungsi main()?” Bisa-bisa saja, tapi kurang efektif dan akan menghabiskan banyak tenaga untuk mengetik kodenya.

Belajar Java: Menggunakan Array untuk Menyimpan Banyak Hal

Belajar Java: Menggunakan Array untuk Menyimpan Banyak Hal

Apa yang akan kita lakukan bila memiliki banyak data yang akan disimpan dalam vairabel? Misalkan kita ingin menyimpan nama-nama teman dalam variabel. Maka mungkin kita akan melakukannya seperti ini: String namaTeman1 = "Linda"; String namaTeman2 = "Santi"; String namaTeman3 = "Susan"; String namaTeman4 = "Mila"; String namaTeman5 = "Ayu"; Hal ini sah-sah saja. Akan tetapi… Masalahnya bagaimana kala datanya banyak, misalkan ada 100 data, pastinya capek donk membuat variabel sebanyak itu.