author Ahmad Muhardian

Tutorial Docker: Cara Install dan Setup Docker dengan Benar!


Cara install docker dengan benar

Pada tutorial ini, kamu akan belajar install dan setup Docker di Windows.

Tidak hanya itu..

Kita juga akan belajar install dan setup Docker di Linux Ubuntu dan Fedora buat kamu yang menggunakan Linux.

Mari kita mulai!

Cara Install Docker

Pada tutorial ini kita akan bahas cara install Docker di Windows, Ubuntu, dan Fedora, karena dua distro Linux ini yang sering dipakai untuk development.

Install Docker di Windows 10/11

Jika kamu menggunakan WIndows 10/11, silahkan ikuti langkah ini untuk install Docker.

Step 1: Download Docker untuk Windows

Pertama download dulu Installer Docker Desktop di website resminya:

Silahkan klik Download for Windows.

Download docker for Windows

Setelah itu, kita akan mendapatkan file installer Docker.

Step 2: Mulai Install Docker di Windows

Mari kita mulai install, Klik 2x pada file Docker Dekstop Installer.exe.

File installer docker

Step 3: Konfigurasi

Setelah itu, kita perlu konfigurasi agar Docker menggunakan WSL 2.

Silahkan centang Use WSL 2.., kemudian klik Ok.

konfigurasi Docker untuk WSL2

Step 4: Proses Instalasi

Kemudian, tunggu proses instalasinya sampai selesai.

Proses instalasi doker

Step 5: Instalasi Selesai

Setelah itu, klik Close and restart untuk restart komputer.

Close and restart

Step 6: Terima Agreement

Setelah restart, Docker akan terbuka otomatis dan kita akan melihat jendela seperti ini:

Agreement Docker

Centang I accept the terms, kemudian klik Accept.

Step 7: Install WSL 2

Setelah kamu menerima agreement, Docker Dekstop akan terbuka.

Namun, jangan senang dulu.. ini belum selesai.

Karena sebelumnya kita memilih WSL2 sebagai engine untuk virtualisasi, maka kita harus menginstall-nya.

Jangan restart dulu ya, kita mau install WSL 2.

Docker Desktop

Klik link pada jendela dialog untuk download WLS 2.

Download WLS 2

Setelah kita download, buka installer wsl_update_x64.exe.

Installer WSL 2

Klik Next untuk memulai instalasi.

Welcome to WSL 2

Tunggu sampai prosesnya selesai, setelah itu klik Finish.

Instalasi WSL 2 finish

Setelah itu, barulah kita bisa restart.

Restart dalog

Setelah Restart, kamu bisa buka CMD atau Powershell.

Cobalah jalankan perintah:

docker --version

untuk ngecek veris docker yang terinstal.

Install Docker di Ubuntu

Pertama, update dulu repo dengan perintah:

sudo apt update

Setelah itu, install beberapa paket yang dibutuhkan.

Jalankan perintah ini:

sudo apt install apt-transport-https ca-certificates curl software-properties-common

Berikutnya, kita harus menambahakan GPG Key dari repo Docker.

Silahkan jalankan perintah ini:

curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo gpg --dearmor

Lalu, tambahkan link repository Docker dengan perintah ini:

echo "deb [arch=$(dpkg --print-architecture) signed-by=/usr/share/keyrings/docker-archive-keyring.gpg] https://download.docker.com/linux/ubuntu $(lsb_release -cs) stable" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.list > /dev/null

Setelah itu lakukan update repo lagi:

sudo apt update

Setelah itu, pastikan kita menginstall Docker dari repo yang ditambahkan tadi biar dapat versi terbaru.

Kita bisa cek dengan perintah:

apt-cache policy docker-ce

Hasilnya akan seperti ini:

Terminal
docker-ce:
  Installed: (none)
  Candidate: 5:20.10.14~3-0~ubuntu-jammy
  Version table:
     5:20.10.14~3-0~ubuntu-jammy 500
        500 https://download.docker.com/linux/ubuntu jammy/stable amd64 Packages
     5:20.10.13~3-0~ubuntu-jammy 500
        500 https://download.docker.com/linux/ubuntu jammy/stable amd64 Packages

Ini artinya, repo yang dipakai adalah repo dari Docker. Kamu bisa lihat di URL-nya.

Oke, setelah itu baru kita bisa install Docker dengan perintah:

sudo apt install docker-ce

Tunggulah sampai prosesnya selesai.

Setelah itu, coba jalankan perintah:

docker --version

Untuk ngecek versi yang terinstall.

Haislnya akan seperti ini:

Versi docker

Ini artinya:

Di komputer saya sudah terinstall Docker versi 20.10.21.

Install Docker di Fedora

Jika kamu sebelumnya sudah pernah install Docker, maka baiknya dihapus dulu versi yang lama. Soalnya sekarang paket docker sudah diubah jadi docker-ce (Community Edition). 1

Jalankan perintah ini untuk menghapus:

sudo dnf remove docker \
                  docker-client \
                  docker-client-latest \
                  docker-common \
                  docker-latest \
                  docker-latest-logrotate \
                  docker-logrotate \
                  docker-selinux \
                  docker-engine-selinux \
                  docker-engine

Setelah itu, tambahkan repository Docker dengan perintah:

# pertama install dulu dnf-plugins-core jika belum terinstall
sudo dnf -y install dnf-plugins-core

# tambahkan repo Docker
sudo dnf config-manager \
    --add-repo \
    https://download.docker.com/linux/fedora/docker-ce.repo

Jika diminta password, masukan password-mu.

Add repo docker ke fedora

Setelah itu, kita bisa mulai install Docker di Fedora dengan perintah ini:

sudo dnf install docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-compose-plugin

Masukan passowrd, dan jawab y untuk mulai menginstal.

Install docker di fedora

Tunggulah prosesnya sampai selesai.

Setelah itu periksa hasil instalasi dengan perintah:

docker --version

Hasilnya:

Versi docker

Ini artinya di komputer saya sudah terinstall Docker versi 20.10.21.

Nah, sekarang baru kita bisa mulai pakai Docker.

Setup Setelah Install Docker

Ada beberapa setup dan konfigurasi yang perlu kita lakukan sebelum memulai menggunakan Docker.

1. Setup Docker Biar Bisa Dijalankan Tanpa Sudo

Secara default kalau mau jalanin perintah docker, kita harus pakai sudo.

Contoh, ini saya run tanpa sudo:

Run docker tanpa sudo

Akses ditolak, karena nggak pakai sudo.

Biar tidak pakai sudo terus menerus, kita perlu buat user group khusus untuk docker dan mendaftarkan user kita ke sana.

Caranya:

Pertama, buat group beranama docker dengan perintah ini.

sudo groupadd docker

Setelah itu, daftarkan username kamu ke group tersebut dengan perintah ini:

sudo usermod -aG docker $USER

Setelah itu, lakukan logout atau restart komputer.

Maka sekarang kita akan bisa menjalankan Docker tanpa sudo.

2. Setup Docker Service

Docker belum bisa kita pakai kalau service-nya nggak jalan.

Kita bisa cek status service Docker dengan perintah ini:

sudo systemctl status docker

Jika muncul seperti ini:

Status service docker

Artinya, service-nya mati dan kita belum bisa menggunakan Docker.

Terus gimana cara menghidupkan service-nya?

Gampang!

Jalankan perintah ini:

sudo systemctl start docker

Ini akan menjalankan service Docker.

Menjalankan service docker

Setelah itu, kita bisa cek lagi dengan perintah:

sudo systemctl status docker

Jika muncul seperti ini:

Docker service running

Artinya service docker sedang running atau jalan.

Untuk ngetes, kita bisa jalankan perintah ini:

sudo docker run hello-world

Jika hasilnya seperti ini:

Docker hello world

Artinya, kita berhasil menjalankan image hello-world dari Docker.

Mantap!

Sekarng kita bisa mulai pakai Docker.

Apa Selanjutnya?

Sampai di sini, kita sudah berhasil install dan setup docker dengan benar.

Selanjutnya kita bisa mulai mengguakan Docker.

Selamat belajar!

Baca Juga ini

Cara Upload File ke Server FTP ala Git

Cara Upload File ke Server FTP ala Git

Ketika kita akan men-deploy atau hosting sebuah web di server shared hosting, kita akan diberikan fasilitas FTP untuk upload file. Kita bisa menggunakan FTP Client seperti FileZilla untuk upload file. Namun, bagaimana kalau nanti ada perubahan? Tentu kita akan mencari file yang diubah dan di-upload lagi. Hal ini mungkin terasa sedikit melelahkan. Sedangkan, kalau kita menggunakan Git. Kita hanya perlu melakukan push untuk mengupload perubahan ke server atau repository remote. Akan tetapi, server yang kita gunakan tidak mendukung Git.

Belajar Nodejs #09: Bagaimana Cara Mengirim Email di Nodejs?

Belajar Nodejs #09: Bagaimana Cara Mengirim Email di Nodejs?

Pada tutorial ini, kita akan belajar cara mengirim email di Nodejs dengan menggunakan modul nodemailer. Bonus: membuat aplikasi contact form dengan Nodejs.

Cara Redirect Halaman di Hugo untuk Mempertahankan Trafik

Cara Redirect Halaman di Hugo untuk Mempertahankan Trafik

Hingga saat ini, proses migrasi Petani Kode ke Hugo masih belum selesai. Mengapa saya katakan demikian? Karena banyak artikel yang belum diedit. Banyak artikel yang link-nya error 404, alias tidak ditemukan. Terpantau dari laporan Google Webmaster, error 404-nya tembus sampai 546 halaman. Hal ini akan membuat banyak orang kecewa, termasuk juga saya. Karena sudah banyak artikel yang terindeks di google, di-share di sosial media, dan link lainnya. Ketika mereka membukanya, akan mendapatkan error 404.

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Konfigurasi Server Apache PHP di Linux agar bisa Upload File

Saya berencana akan melakukan instal ulang dalam waktu dekat ini. Karena ada beberapa kerusakan yang saya temukan di Distro Linux yang sedang saya pakai. Sebelum melakukan itu, ada baiknya mencatat dulu konfigurasi server yang sedang berjalan. Supaya nanti mudah mengonfigurasi lagi. Server Apache dan PHP di Linux tidak seperti server XAMPP di Windows. Server Apache dan PHP di linux memiliki hak akses direktori yang harus dipatuhi. Sehingga, kalau kita membuat skrip upload file akan selalu gagal.

Cara Fetch API dengan Alpinejs untuk Ambil Data dari Backend

Cara Fetch API dengan Alpinejs untuk Ambil Data dari Backend

Pelajari cara mengambil data (JSON) dari backend dengan Alpinejs dan fetch API Javascript.

Tutorial Tailwind: Membuat Card dengan Image Zoom-in Saat Hover

Tutorial Tailwind: Membuat Card dengan Image Zoom-in Saat Hover

Di Tutorial Tailwind kali ini, kita akan belajar membuat komponen Card dengan efek image zoom-in saat mouse hover.