author Ahmad Muhardian

4 Tips Belajar Coding di Bulan Ramadhan Supaya Konsisten


Belajar Pemrograman di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sudah tiba, yay!

Pada bulan ini, kita diperintahkan untuk berpuasa selama satu bulan.

Mengapa satu bulan?

Tentu ada tujuannya.

Salah satunya adalah untuk melatih kebiasaan (habits).

Nah, bagi saya.. bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk mengembangkan kebiasaan baru.

Karena di bulan ini, kita “dipaksa” untuk mengerjakan aktivitas tertentu.

Beberapa kebiasaan yang mungkin akan kita dapatkan setelah Ramadhan:

  • Bisa bangun lebih pagi, karena dipaksa bangun sahur tiap hari;
  • Konsisten solat subuh tepat waktu;
  • Konsisten mengerjakan aktivitas seperti belajar pada jam tertentu;
  • Terbiasa dengan rasa lapar;
  • Terbiasa solat malam;
  • dll.

Nah, pada kesempatan ini.. Saya akan berbagi tips belajar coding di bulan Ramadhan agar kamu bisa terus konsisten.

Tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

Tips ini berdasarakan pengalaman pribadi saat saya menjadi Mahasiswa dan Freelancer.

Oke..

Bagaimana tipsnya?

1. Mencari Waktu Luang

Pertama, silahkan cari waktu luang untuk belajar. Tidak perlu banyak-banyak, maksimal dua jam saja sudah cukup.

Kalau saya, dulu belajar sehabis sahur. Karena kalau siang kuliah dan mengerjakan aktivitas yang lain.

Sehabis sahur, sekitar pukul 3 sampai pukul 5 (subuh) ada waktu luang.

Itu bisa dimanfaatkan, daripada dipakai untuk tidur dan kelolosan sampai siang. Lebih baik dipakai untuk belajar.

Biasanya jam segitu masih ada rasa ngantuk, karena itu… saya selalu ditemani secangkir kopi hangat. #eaaa… 😄

Coding dan kopi

Tapi ingat, kalau sudah masuk waktu imsak jangan diminum kopinya. Nanti batal puasanya. 😄

Waktu imsak atau subuh bisa diset sebagai deadline. Setelah masuk waktu subuh, bisa berhenti dulu untuk solat. Setelah itu, bisa lanjut lagi atau mengerjakan hal lain.

Selain memanfaatkan waktu sehabis sahur, kamu juga bisa memanfaatkan waktu yang lain seperti:

  • Saat ngabuburit, dari waktu asar sampai magrib;
  • Setelah tarawih;
  • Siang hari setelah tidur siang;

Beberapa hari yang lalu, saya membuka poling di Channel Telegram, ternyata kebanyakan dari Followers Petani Kode memilih waktu coding di malam hari setelah Tarawih.

poling-waktu-coding-di-bulan-ramadhan

Saya sendiri, lebih prefer waktu pagi sehabis sahur. Karena pada waktu ini, kita masih punya banyak energi untuk berpikir. Sementara untuk kegiatan sore, saya akan mengisinya dengan kegiatan ringan seperti baca buku dan nonton.

Jika kamu sudah menentukan waktu belajarmu, berikutnya harus tau apa yang akan dipelajari.

2. Kumpulkan Materi untuk dipelajari

Kita bisa pakai materi belajar dari buku, video, artikel, podcast, dan sebagainya.

Tinggal cari aja tutorial yang ingin kamu pelajari. Cek di halaman Tutorial, saya sudah menulis beberapa tutorial yang bisa kamu ikuti.

Misalnya, pada bulan ini saya ingin belajar tentang bahasa pemrograman Rust. Maka saya bisa cari tutorial dan buku Rust, lalu mengumpulkannya di satu tempat.

Bisa pakai Notions atau Google Docs seperti ini:

notions belajar rust selama 30-hari

Jangan lupa buat checklist atau todo list, apa saja yang akan dipelajari tiap hari.

Jika kamu belajar dari buku, saya merekomendasikan membaca seri “Learn x in 24 hours”, seperti “Programming with Java in 24 Hours”.

View this post on Instagram

A post shared by Petani Kode | Coding & Growing (@petanikode)

Mungkin ada yang salah memahami seperti ini:

“Mana bisa belajar coding selama 24 jam?”

Buku ini memang bisa selesai di baca selama 24 jam, namun bukan berarti kita akan langsung bisa coding dalam waktu sesingkat itu.

Nah, biar efektif… buku ini dibaca 1 hari 1 bab selama 1 jam. Berarti kita membutuhkan 24 hari untuk menyelesaikan buku ini.

  • 1 jam untuk membaca;
  • 1 jam untuk mencoba coding sendiri.

Selain buku seri 24 jam, ada juga buku seri Head First yang gampang dipahami.

buku head first

Jika kamu belajar dari video, tinggal cari aja playlist-nya di Youtube.

Saya sendiri lebih senang belajar dari dokumentasi, artikel, dan buku. Karena bisa lebih cepat, dibandingkan video.

Setelah kita dapat materi, selanjutnya kita tinggal:

3. Lakukan dengan Konsisten

Lakukanlah secara konsisten. Artinya jangan ada yang bolong. Karena, hal yang terus-menerus dilakukan baik sengaja atau terpaksa akan menjadi sebuah habits/kebiasaan.

Menurut hukum buku Atomic Habit yang ditulis oleh James Clear:

Untuk membuat kebiasaan baru, kita harus melakukan pengulangan secara konsisten setiap hari.

the habit line

Grafik ini menggambarkan jumlah pengulangan yang kita lakukan dengan hasil otomatisasi. Semakin banyak pengulangan yang dilakukan dengan konsisten, maka kita bisa mencapai akuisisi habit pada titik C.

Baca juga: Ini yang Saya Lakukan untuk Munguasai Dasar Pemrograman Python dalam Sebulan

Gimana caranya biar konsisten?

Ini sebenarnya tergantung dari kamu, apakah kamu berkomitmen untuk konsisten atau tidak.

Bagi sebagian orang, konsisten itu gampang. Sebagian lain akan bilang konsisten itu sulit.

Keduanya benar, seperti yang dikatakan Henery Ford.

Henry Ford Quote

Terjemahan:

Jika kamu pikir kamu bisa, atau kamu pikir tidak bisa, maka kamu benar.

Jadi jika saat ini kamu berpikir tidak bisa konsisten, maka kamu benar dan jika kamu berpikir bisa konsisten.. kamu juga benar.

Karena itu, ubahlah pola pikirimu!

Beberapa tips dari saya agar konsisten:

Gunakan Github untuk menyimpan kode hasil belajarmu.

Caranya, upload coding setiap hari ke github higga warna hijau tidak ada yang bolong di profilmu.

Aktivitas coding di github

Atau bisa juga menggunakan aplikasi pencatat habits.

aplikasi habits tracker

Selamat mencoba!

4. Buat Catatan atau Ajari Orang Lain

Agar tdak lupa, buat catatan tetang hal yang dipelajari. Bisa mencatat di buku, notions, maupun di blog pribadi.

Jangan lupa juga untuk mengajari orang lain. Percaya atau tidak, dengan menjelaskan kepada orang lain… kita akan semakin paham.

Seperti kata William Glasser:

Quote William Glasser

Pemahaman kita akan menjadi 95% dengan mengajarkan ilmu yang kita pelajari kepada orang lain.

Akhir kata…

Setelah selesai bulan ramadhan, apakah kita akan berhenti belajar?

Tidak.

Teruslah belajar. Karena satu bulan saja tidak akan cukup untuk menjadi expert. Kita butuh latihan lebih banyak lagi.

Jadi itulah beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi dari saya untuk belajar coding di bulan ramadhan.

Mungkin ada yang bisa kamu terapkan dan tidak bisa kamu terapkan. Silahkan dicoba saja.

Kalau ada tips tambahan, silahkan sampaikan di komentar.

Semoga saja kita dapat beribadah dengan lancar di bulan ramadhan kali ini.

Selamat menantikan bulan ramadhan.

Baca Juga ini

Cara Memilih Bahasa Pemrograman yang Tepat untuk Pemula

Cara Memilih Bahasa Pemrograman yang Tepat untuk Pemula

Cara memilih bahasa pemrograman yang tepat untuk pemula agar menjadi programmer yang andal dan profesional

Apa itu Polyglot Programmer?

Apa itu Polyglot Programmer?

Sejak saya kuliah di jurusan Teknik Informatika, saya diajari berbagai bahasa pemrograman. Karena kurikulum kampus yang kurang konsisten. Awalnya diajari bahasa pemrograman Pascal, lalu di semester beikutnya Assembly, SQL, HTML, CSS, Js, PHP, Java, dan VB. Pusing!! Terlalu banyak yang dipelajari! Mungkin itulah yang akan terucap di pikiran. Tapi saya mengikutinya dengan penuh antusias, karena saya cukup tertarik dengan bahasa-bahasa tersebut. Secara tidak sadar…, saya sudah menjadi Polyglot Programmer. Polyglot Programmer merupakan sebutan untuk programmer yang menguasai banyak bahasa pemrograman.

Bahaya! Password dan Token API Bisa Dicuri dengan Sangat Mudah di Github

Bahaya! Password dan Token API Bisa Dicuri dengan Sangat Mudah di Github

Tidak perlu kemampuan khusus, tidak pelu tools yang canggih, hanya bermodal kata kunci, kita sudah bisa mencuri password dan token API di Github. Teknik ini mirip seperti Google Dork. Peringatan: Tulisan ini bukan untuk mengajarkan anda menjadi pencuri dan melakukan perusakan, melainkan untuk berbagi pengetahuan. Agar developer semakin teliti dan berhati-hati dalam melakukan commit. Password dan Token API dalam KodeBayangkan kita lagi mengerjakan proyek web dengan PHP.

Ini yang Saya Lakukan untuk Munguasai Dasar Bahasa Python dalam Sebulan

Ini yang Saya Lakukan untuk Munguasai Dasar Bahasa Python dalam Sebulan

Selamat pagi semua, sudah santap sahur? Ya, akhirnya kita sudah sampai pada bulan Ramadhan. Jadi teringat bulan ramadhan dua tahun yang lalu. Saat itu, sehabis santap sahur, saya mengikuti kursus pemrograman Python di Codecademy. Sahur kode (ngoding sehabis sahur), saya lakukan setelah santap sahur sambil menunggu waktu imsak dan adzan subuh tiba… (ditemani secangkir kopi hangat) …Menyelesaikan sedikit demi sedikit kursus yang ada di Codecademy. Hal tersebut terus-menerus dilakukan setiap hari sampai lebaran.

Belajar Kotlin: Cara Mengambil Input dan Menampilkan Output

Belajar Kotlin: Cara Mengambil Input dan Menampilkan Output

Bukan program komputer namanya kalau tidak memiliki input dan output. Input dan output merupakan komponen wajib setiap program komputer. Pada kesempatan ini, kita akan belajar cara mengambil input dan Menampilkan output untuk program berbasis teks. Kotlin telah menyediakan beberapa fungsi untuk mengambil input dan menampilkan output, diantaranya println(), print(), readLine(), Scanner(), dll. Mari kita bahas semuanya… Menampilkan Output dengan Fungsi println/printFungsi println() dan print() digunakan untuk menampilkan teks atau kalimat.

Belajar Kotlin: 6 Bentuk Percabangan yang Harus Kamu Pahami pada Kotlin

Belajar Kotlin: 6 Bentuk Percabangan yang Harus Kamu Pahami pada Kotlin

Pada artikel ini, kamu akan belajar tentang macam-macam bentuk percabangan dasar pada Kotlin. Ini penting karena ...