Belajar Codeigniter untuk Pemula

PHP memiliki banyak framework, saking banyaknya kadang kita dibuat galau untuk memilih framework.

Milih framework saja masih bingung…

…apalagi milih jodoh ๐Ÿ˜„.

Serius!

Banyak yang masih galau memilih framework. Bahkan menghabiskan waktunya untuk mencari perbandingan antar framework.

Daripada mebanding-bandingkan, sebaiknya kita mulai belajar salah satu framework.

Agar nanti kita bisa menyimpulkan sendiri, mana framework yang disukai dan cocok untuk kita gunakan.

Kalau tidak cocok… ya tinggal cari dan pelajari framework yang lain.

Sia-sia donk, sudah susah belajar tapi tidak cocok.

Menurut saya:

Tidak ada yang namanya sia-sia dalam belajar. Karena kita akan mendapatkan ilmu dan pengalaman.

Kalaupun ilmunya belum bisa diamalkan, setidaknya kita bisa mengajari orang lain.

Oke, lanjut…

Ngomong-ngomong, apa itu framework?

Framework dalam bahasa indonesia artinya kerangka kerja. Kerangka kerja untuk membuat sesuatu (web).

*koreksi typo: tampa = tanpa

Perumpamaannya mungkin bisa seperti itu.

Dengan menggunakan framework, pembuatan web akan lebih cepat dibandingkan PHP Native. Karena kita tidak perlu membuat semuanya dari nol.

Framework sudah menyediakan fungsi, library, dan peralatan lainnya yang kita butuhkan.

Salah satu framework yang cukup populer di Indonesia adalah Codeigniter.

Apa itu Codeigniter?

Codeigniter merupakan sebuah framework PHP yang menggunakan pola desain (design pattern) MVC (Model View Controller)1.

CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir—saat tulisan ini dibuat—adalah versi 3.1.9.

Website Codeigniter
Website Codeigniter

Sedangkan Codeigniter 4 masih dalam tahap pengembangan. CI 4 adalah generasi penerus dari CI 3 yang konsepnya lebih modern 2.

Codeigniter cocok digunakan untuk membuat aplikasi web seperti:

  • Portal Berita;
  • Sistem Informasi;
  • Web Startup;
  • Profile Company;
  • eComerce;
  • Blog;
  • dan sebagainya.

Kelebihan Codeigniter

Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain, 3

  • Performa cepat: Codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain. Karena tidak menggunakan template engine dan ORM yang dapat memperlambat proses.
  • Konfigurasi yang minim (nearly zero configuration): tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu mengubah sedikit saja pada file di folder config.
  • Memiliki banyak komunitas: Komunitas CI di indonesia cukup ramai, tutorialnya pun mudah dicari.
  • Dokumentasi yang lengkap: Codeigniter disertai dengan user_guide yang berisi dokumentasi yang lengkap.
  • Mudah dipelajari pemula: Bagi pemula, CI sangat mudah dipelajari. Karena CI tidak terlalu bergantung pada tool tambahan seperti composer, ORM, Template Engine, dll.

Contoh Website yang dikembangkan dengan Codeigniter

Salah satu website indonesia yang masih menggunakan CI hingga saat ini adalah projects.co.id.

Website Projects.coid

Membuat Project Codeigniter

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat project CI:

  1. Download Codeigniter;
  2. Ekstrak CI ke htdocs.

Silahkan buka website Codeigniter untuk mendownload.

Download Codeigniter

Kita akan mendapatkan sebuah file zip ๐Ÿ“ฆ CodeIgniter-3.1.9.zip, ekstrak file tersebut ke dalam c:\xampp\htdocs (XAMPP) atau /var/www/html (di Linux).

Ekstrak Codeigniter

Setelah itu, ubah nama CodeIgniter-3.1.9 menjadi tokobuah.

Rename Codeigniter

Kenapa namanya tokobuah?

Karena pada project ini, kita akan membuat sebuah website yang menjual buah.

Sekarang coba buka: http://localhost/tokobuah/

Instalasi CI Sukses

Selamat ๐ŸŽ‰ Codeigniter sudah berhasil diinstal.

Selanjutnya, silahkan buka dengan teks editor. Lalu coba untuk mengenali struktur direktorinya.

Saya membukanya dengan teks editor VS Code:

Membuka Codeigniter pada teks editor

Mengenal Struktur Direktori Codeigniter

Ini adalah struktur direktori Codeigniter:

Struktur direktori project CI

Tedapat dua direktori penting di dalam CI: ๐Ÿ“ application dan ๐Ÿ“ system. Selain itu terdapat juga direktori ๐Ÿ“ user_guide dan beberapa file. Berikut ini penjelasannya:

  1. ๐Ÿ“ application berisi semua kode aplikasi. Di dalam direktori inilah kita akan menulis semua kode aplikasi kita.
  2. ๐Ÿ“ system berisi kode-kode inti dari Codeiniter. Jangan mengubah apapun di dalam direktori ini. Jika kita ingin upgrade versi, kita cukup me-replace direktori ini dengan yang baru.
  3. ๐Ÿ“ tests berisi kode untuk melakukan unit testing.
  4. ๐Ÿ“ user_guide berisi dokumentasi codeigniter. Kita bisa menghapus direktori ini saat web sudah jadi.
  5. ๐Ÿ“„ .editor_config berisi konfigurasi untuk teks editor.
  6. ๐Ÿ“„ .gitignore berisi daftar file dan folder yang akan diabaikan oleh Git.
  7. ๐Ÿ“„ comspoer.json adalah file yang berisi keterangan project dan keterangan library yang digunakan. File ini dibutuhkan oleh composer.
  8. ๐Ÿ“– contributing.md adalah file yang berisi penjelasan cara berkontribusi di proyek CI. Kita bisa menghapus file ini, apabila web sudah jadi.
  9. ๐Ÿ“– license.txt adalah file yang berisi keterangan lisensi dari CI.
  10. ๐Ÿ“– readme.rst sama seperti file ๐Ÿ“„ contributing.md file ini berisi penjelasan dan informasi tentang project CI. Kita juga bisa menghapus file ini saat web sudah selesai.
  11. ๐Ÿ“„ index.php adalah file utama dari CI. File yang akan dibuka pertamakali saat kita mengakses web.

Selanjutnya silahkan buka direktori ๐Ÿ“ application dan perhatikan direktori yang ada di sana.

  • ๐Ÿ“ cache berisi cache dari aplikasi.
  • ๐Ÿ“ config berisi konfigurasi aplikasi.
    • ๐Ÿ“„ autoload.php tempat kita mendefinisikan autoload;
    • ๐Ÿ“„ config.php konfigurasi aplikasi;
    • ๐Ÿ“„ constants.php berisi konstanta;
    • ๐Ÿ“„ database.php konfigurasi database aplikasi;
    • ๐Ÿ“„ doctypes.php berisi definisi untuk doctype HTML;
    • ๐Ÿ“„ foreign_chars.php berisi karakter dan simbol;
    • ๐Ÿ“„ hooks.php berisi konfigurasi hooks;
    • ๐Ÿ“„ index.html untuk mencegah direct access;
    • ๐Ÿ“„ memcached.php untuk berisi konfigurasi untuk memcached;
    • ๐Ÿ“„ migration.php konfigurasi untuk migrasi;
    • ๐Ÿ“„ mimes.php berisi definisi tipe file;
    • ๐Ÿ“„ profiler.php konfigurasi untuk profiler;
    • ๐Ÿ“„ routers.php tempat kita menulis route aplikasi;
    • ๐Ÿ“„ smileys.php berisi kode untuk emoji;
    • ๐Ÿ“„ user_agents.php berisi definisi untuk user agents.
  • ๐Ÿ“ controller berisi kode untuk controller.
  • ๐Ÿ“ core berisi kode untuk custom core.
  • ๐Ÿ“ helpers berisi fungsi-fungsi helper.
  • ๐Ÿ“ hooks berisi kode untuk script hook.
  • ๐Ÿ“ language berisi string untuk bahasa, apabila web mendukung multibahasa.
  • ๐Ÿ“ libraries berisi library.
  • ๐Ÿ“ logs berisi logs dari aplikasi.
  • ๐Ÿ“ models berisi kode untuk model.
  • ๐Ÿ“ thrid_party berisi library dari pihak ketiga.
  • ๐Ÿ“ views berisi kode untuk view.
  • ๐Ÿ“„ index.html file html untuk mencegah direct access.

Selamat datang di Codeigniter

Ketika membuka http://localhost/tokobuah/, kita akan mendapatkan tampilan Welcome to Codeigniter.

Welcome to Codeigniter

Ini adalah tampilan awal yang akan kita lihat saat baru pertama instal CI.

Sebagai pemanasan, cobalah untuk mengubah teks Welcome to CodeIgniter! menjadi Selamat datang di Toko Buah Petanikode.

Caranya:

Buka file ๐Ÿ“„ application/views/welcome_message.php. Lalu ubah teks pada baris 71.

Mengubah teks welcome

…dan sekarang coba reload kembali halaman http://localhost/tokobuah/.

Selamat datang di codeigniter

Selamat ๐ŸŽ‰

Ini adalah perubahan pertama yang kamu buat.

Penjelasan:

File ๐Ÿ“„ welcome_message.php yang berada di dalam direktori ๐Ÿ“ views merupakan file yang bertanggung jawab untuk menampilkan sesuatu. Di sini kita bisa menuliskan kode untuk template dan CSS.

File ๐Ÿ“„ welcome_message.php di-load oleh sebuah controller application/controllers/welcome.php dengan kode:

public function index()
{
    $this->load->view('welcome_message');
}

Controller welcome adalah controller default yang digunakan. Hal ini bisa kita lihat pada konfigurasi routers di ๐Ÿ“„ application/config/routers.php.

Router default

Bingung?

Tenang…

Kita akan pelajari di tutorial berikutnya.

Apa Selanjutnya?

Cara terbaik belajar framework adalah dengan mencoba membuat sesuatu.

Praktek langsung dengan studi kasus.

Ke depan, kita akan belajar membuat sebuah website toko online (toko buah).

Jadi, selanjutnya silahkan pelajari:

  1. Tutorial Codeigniter #2: (Controller) MVC dan Routing, Konsep dasar CI yang Harus Kamu Pahami
  2. Tutorial Codeigniter #3: (View) Cara Menggunakan Bootstrap pada Codeiniger
  3. Tutorial Codeigniter #4: (View) Membuat Template Admin
  4. Tutorial Codeigniter #5: (Model) Membuat CRUD Produk
  5. Tutorial Codeigniter #6: Membuat Fitur Upload Gambar
  6. Tutorial Codeigniter #7: Membuat Fitur Login (belum di-update)
  7. Tutorial Codeigniter #8: Membuat Fitur Pencarian (Admin)
  8. Tutorial Codeigntier #9: Membuat Template untuk Landing Page dan Produk
  9. Tutorial Codeigniter #10: Membuat Pagination
  10. Tutorial Codeigntier #11: Cara Menggunakan Databales dan Optimasi
  11. Tutorial Codeigntier #12: Cara Membuat Laporan dengan DomPDF

Bonus bacaan menarik:


  1. Komunitas CI Indonesia. “Panduan Pengguna CodeIgniter Indonesia”. Retrieved 30 Agustus 2018. [return]
  2. https://github.com/bcit-ci/CodeIgniter4 [return]
  3. Wikipedia. “Codeigniter”. Retrieved 30 Agustus 2018. [return]