Memahami Konsep MVC Codeigniter

Sudah berhasil mengisntal Codeigniter 3?

Bagus..

Berikutnya, kita akan berkenalan lebih dekat dengan Codeigniter 3.

Mulai dari memahami struktur direktorinya, hingga mengenal konsep MVC yang ada di Codeigniter 3.

Mari kita mulai..

Mengenal Struktur Direktori Codeigniter

Jika kamu baru pertama kali belajar Codeigniter, maka wajib hukumnya mengetahui apa saja isi direktori dan file yang ada di dalam project codeigniter.

Silahkan buka teks Editor VS Code, lalu pilih File->Open Folder. Cari folder beritacoding.

Maka kita akan mendapatan struktur direktori seperti ini:

struktur-dir-ci

Tedapat dua direktori penting di dalam CI yang harus kamu perhatikan, yakni: πŸ“ application dan πŸ“ system.

Selain itu terdapat juga direktori πŸ“ user_guide dan beberapa file lainnya.

folder-ci

Berikut ini penjelasannya:

  • πŸ“ application berisi semua kode aplikasi. Di dalam direktori inilah kita akan menulis semua kode aplikasi kita.
  • πŸ“ system berisi kode-kode inti dari Codeigniter. Jangan mengubah apapun di dalam direktori ini. Jika kita ingin upgrade versi, kita cukup me-replace direktori ini dengan yang baru.
  • πŸ“ tests berisi kode untuk melakukan testing. Folder ini memang belum ada di project kita saat ini, tapi kita bisa buat nanti saat melakukan testing.
  • πŸ“ user_guide berisi dokumentasi codeigniter. Kita bisa menghapus direktori ini saat web sudah jadi.
  • πŸ“„ .editor_config berisi konfigurasi untuk teks editor.
  • πŸ“„ .gitignore berisi daftar file dan folder yang akan diabaikan oleh Git.
  • πŸ“„ comspoer.json adalah file yang berisi keterangan project dan keterangan library yang digunakan. File ini dibutuhkan oleh composer.
  • πŸ“– contributing.md adalah file yang berisi penjelasan cara berkontribusi di proyek CI. Kita bisa menghapus file ini, apabila web sudah jadi.
  • πŸ“– license.txt adalah file yang berisi keterangan lisensi dari CI. Kita juga bisa menghapus file saat web sudah jadi.
  • πŸ“– readme.rst sama seperti file πŸ“„ contributing.md file ini berisi penjelasan dan informasi tentang project CI. Kita juga bisa menghapus file ini saat web sudah selesai.
  • πŸ“„ index.php adalah file utama dari CI. File yang akan dibuka pertamakali saat aplikasi dibuka.

Selanjutnya silahkan buka direktori πŸ“ application dan perhatikan direktori yang ada di sana.

  • πŸ“ cache berisi cache dari aplikasi.
  • πŸ“ config berisi konfigurasi aplikasi.
    • πŸ“„ autoload.php tempat kita mendefinisikan autoload;
    • πŸ“„ config.php konfigurasi aplikasi;
    • πŸ“„ constants.php berisi konstanta;
    • πŸ“„ database.php konfigurasi database aplikasi;
    • πŸ“„ doctypes.php berisi definisi untuk doctype HTML;
    • πŸ“„ foreign_chars.php berisi karakter dan simbol;
    • πŸ“„ hooks.php berisi konfigurasi hooks;
    • πŸ“„ index.html untuk mencegah direct access;
    • πŸ“„ memcached.php berisi konfigurasi untuk memcached;
    • πŸ“„ migration.php konfigurasi untuk migrasi;
    • πŸ“„ mimes.php berisi definisi tipe file;
    • πŸ“„ profiler.php konfigurasi untuk profiler;
    • πŸ“„ routers.php tempat kita menulis route aplikasi;
    • πŸ“„ smileys.php berisi kode untuk emoji;
    • πŸ“„ user_agents.php berisi definisi untuk user agents.
  • πŸ“ controller berisi kode untuk controller.
  • πŸ“ core berisi kode untuk custom core.
  • πŸ“ helpers berisi fungsi-fungsi helper.
  • πŸ“ hooks berisi kode untuk script hook.
  • πŸ“ language berisi string untuk bahasa, apabila web mendukung multibahasa.
  • πŸ“ libraries berisi library.
  • πŸ“ logs berisi logs dari aplikasi.
  • πŸ“ models berisi kode untuk model.
  • πŸ“ thrid_party berisi library dari pihak ketiga.
  • πŸ“ views berisi kode untuk view.
  • πŸ“„ index.html file html untuk mencegah direct access.

Mengenal Konsep MVC pada Codeigniter

Codeigniter sejak awal menganut konsep MVC. Karena itu, ia begitu terkenal. Soalnya, implementasi MVC di CI mudah dipahami.

Apa itu MVC?

MVC adalah singkatan dari Model–View–Controller. MVC merupakan sebuah pola desain arsitektur yang umum digunakan dalam pengembangan aplikasi. 1

Masih ingat latar belakang mengapa kita harus pakai framework?

Yap, biar kode program lebih konsisten dan tersetruktur. Sehingga kita akan mudah kolaborasi dengan tim.

Nah, si MVC ini adalah pola penulisan kode yang umum dipakai.. dimana kode untuk Model di taruh dalam folder yang sama, begitu juga dengan kode untuk View dan Controller.

Coba perhatikan gambar berikut:

Konsep MVC

Gambar ini menyatakan bagaimana hubungan kode pada MVC.

Apa itu Model?

Model adalah kode yang bertugas untuk membuat pemodelan data. Kadang juga dipakai untuk pemodelan bisnis.

Model bisa mengakses data dari Database dan juga sumber lainnya.

Intinya:

Kalau berkaitan tentang data, itu tugasnya model.

Apa itu View?

View adalah kode yang bertugas untuk membuat tampilan aplikasi.

Ingat:

Fokusnya untuk membuat tampilan aplikasi, bukan yang lain. Kita tidak boleh query data dari view, meskipun itu bisa dilakukan.

Kadang juga kita akan membuat sedikit logika di dalam view, seperti logika untuk menampilkan dan menghilangkan elemen tertentu.

Apa yang kita lihat di aplikasi, itu adalah kode dari View.

MVC pada Codeigniter

Bagaimana bentuk MVC di Codeigniter?

Secara gambaran besar, kita akan berpikir.. kalau di Codeigniter itu cuma ada tiga kelompok kode yakni Model, View, dan Controller.

Akan tetapi, dalam praktiknya.. kita akan membutuhkan juga kode-kode yang lain seperti library, utility, cofigurasi, dll.

Berikut ini flowchart arsitektur aplikasi Codeigniter:

Flochart aplikasi Codeigniter

Alur kerjanya seperti ini:2

  1. Mulai;
  2. User mengirim request ke web;
  3. File yang pertama kali dieksekusi adalah index.php;
  4. Lalu dari index.php, request akan diteruskan oleh routers.php;
  5. routers.php akan mencari cache di server, apabila tedapat cache maka cache itu yang akan dikirim sebagai balasan (response). Apabila tidak ada cache barulah request diteruskan ke Controller;
  6. Sebelum diteruskan ke Controller di sini ada lapisan Security untuk keamanan;
  7. Controller akan bertanggunag jawab untuk mengambil data dari Model dan me-rendernya ke dalam View dengan menggunakan library, plugin, dan helper yang ada.
  8. Hasil render (view) dikirim ke pengguna dan disimpan dalam cache, apabila fitur cache aktif;
  9. Selesai.

Memahami Router pada Codeigniter

Router pada Codeigniter bertugas untuk menentukan controller dan method/fungsi yang akan dieksekusi.

πŸ’¬ P.S:

Contoh project yang digunakan pada penjelasan ini adalah project bernama tokobuah sama seperti project beritacoding yang baru saja kita buat.

Ketika kita membuka, http://localhost/tokobuah/ maka fungsi yang akan dieksekusi adalah fungsi index() yang berada di dalam controller welcome.

class Welcome extends CI_Controller {
	public function index()
	{
		$this->load->view('welcome_message');
	}
}

Kenapa bisa begitu?

Ini karena konfigurasi router defaultnya adalah controller welcome.

Coba saja buka pada file πŸ“„ config/routers.php.

Router default

Fungsi index() adalah fungsi yang akan dieksekusi saat kita mengakses controller welcome.

Sekarang coba buka: http://localhost/tokobuah/index.php/welcome/index, maka kita akan mendapatkan hal yang sama seperti membuka http://localhost/tokobuah/.

Route di dalam Codeigniter

Latihan: Membuat Beberapa Router

Sebagai latihan, coba tambahkan route /about/ dan /contact/ di dalam Controller Welcome dengan method ini:

public function about()
{
	// fungsi untuk me-load view about.php
	$this->load->view('about');
}

public function contact()
{
	// fungsi untuk me-load view contact.php
	$this->load->view('contact');
}

Tambahkan di bawah method index().

Route about dan contact

Setelah itu tambahkan dua buah file view di dalam direktori πŸ“ views dengan isi sebagai berikut.

πŸ“„ views/about.php

<h1>About Us</h1>
<p>Ini adalah halaman about</p>

πŸ“„ views/contact.php

<h1>Contact Us</h1>
<p>Ini adalah halaman Contact</p>

File View untuk About dan Contact

Route sudah kita tambahkan.

Sekarang coba buka:

  • http://localhost/beritacoding/index.php/welcome/about/
  • dan http://localhost/beritacoding/index.php/welcome/contact/

Atau bisa juga buka dari domain beritacoding.test yang sudah kita buat:

  • http://beritacoding.test/index.php/about
  • http://beritacoding.test/index.php/welcome/contact/

Hasilnya:

Membuka route di browser

Apabila kita membuka http://beritacoding.test/index.php/contact, maka akan terjadi error 404 not found.

404 Route not found

Kenapa bisa begitu?

Ini karena route yang baru saja kita buat, belum didaftarkan ke dalam routers.php.

Sekarang buka file πŸ“„ config/routers.php, lalu tambahkan kode berikut.

$route['about'] = 'welcome/about';
$route['contact'] = 'welcome/contact';

Tambahkan di bawah kode route yang sudah ada.

Menambahkan route

Hasilnya:

Halaman Contact

Apakah kita harus menambahkan route pada routers.php di setiap pembuatan route baru?

Jawabannya:

Tidak harus, karena CI juga mampu mendeteksi otomatis route berdasarkan nama controller dan method yang dibuat.3

Route di dalam Codeigniter

Ini formatnya:

http://example.com/[controller-class]/[controller-method]/[arguments]

Penambahan route pada πŸ“„ routers.php dibutuhkan saat kita ingin membuat kustom route untuk controller tertentu.

Latihan: Ubah Controller Welcome

Biar enak, kita ubah Controller Welcome menjadi Page.

Ubah nama Welcome.php menjadi Page.php:

rename welcome menjadi page

Lalu ubah, isinya menjadi seperti ini:

<?php

class Page extends CI_Controller
{
	public function index()
	{
		$this->load->view('home');
	}

	public function about()
	{
		$this->load->view('about');
	}

	public function contact()
	{
		$this->load->view('contact');
	}
}

Perhatikan!

Di Controller Page, kita melakukan load view home dan view ini belum kita buat. Kita bisa memanfaatkan view welcome_message.php untuk menjadi view home.

Silahkan rename welcome_message.php menjadi home.php:

rename-welcome-to-home

Terakhir..

Ubahlah route default di config/routes.php menjadi seperti ini:

$route['default_controller'] = 'page';
$route['404_override'] = '';
$route['translate_uri_dashes'] = FALSE;

$route['contact'] = 'page/contact';
$route['about'] = 'page/about';

Nah, sekarang kita sudah punya Controller Page yang berfungsi untuk menampilkan beberapa halaman seperti Home, About, dan Contact.

Apa Selanjutnya?

Kita sudah belajar tentang MVC dan Route. Ini memang masih dasar. Selanjutnya nanti kita akan banyak menggunakannya.

Jadi, harap diphami betul dua hal ini.

Jika masih bingung, silahkan ditanyakan melalui komentar.

Berikutnya kita akan belajar tentang Controller lebih dalam lagi, seperti bagaimana cara mengolah input dari form dan aturan penulisan Controller.

Silahkan lanjutkan ke:

Selamat belajar.


  1. Wikipedia. “MVC”↩︎

  2. Doc. Codeigniter. “Application Flow Chart”↩︎

  3. Doc. Codeigniter. “URI Routing”↩︎