Belajar Pemrograman C: Mengenal Variabel, Tipe Data, Konstanta

Inti dari sebuah program komputer adalah menerima input, melakukan pemrosesan, dan menghasilkan output.

Input, proses, dan output

Nilai input bisa kita dapatkan dari keyboard, file, kamera, mikrofon, dan sebagainya.

Sementara output dapat kita tampilkan ke monitor, cetak ke dokumen, atau ke dalam sebuah file.

Pada tahap pemrosesan, program membutuhkan bantuan variabel untuk menyimpan nilai sementara.

Sama seperti waktu kita berpikir… kita akan membutuhkan beberapa ingatan untuk memproses informasi.

Pada tutorial ini, saya akan bahas tuntas tentang cara penggunaan variabel dan tipe data dalam pemrograman C.

Siap?

Mari kita mulai…

Apa itu Variabel dan Tipe Data?

Variabel adalah sebuah tempat menyimpan sebuah nilai. Sementara tipe data adalah jenis nilai yang akan tersimpan dalam variabel.

Pada pelajaran matematika, kita sering menemukan x dan y.

Nah Si x dan y ini disebut variabel, karena tugasnya menyimpan nilai.

x = 3;
y = 4;

Masih bingung?

Anggap saja variabel itu sebuah wadah, lalu tipe data itu jenis-jenis benda yang akan disimpan dalam wadah tersebut.

Variabel dan Tipe Data

Lalu…

Bagaimana Cara Membuat Variabel pada Bahasa Pemrograman C?

Berikut ini cara membuat variabel pada C:

Membuat Variabel pada bahasa pemrograman C

Jadi, pertama kita harus menuliskan tipe data lalu diikuti dengan nama variabelnya.

Contoh:

int tinggi;

Artinya:

Kita akan membuat variabel dengan nama tinggi dan tipe datanya adalah int (integer).

Jangan lupa, di setiap pembuatan variabel harus diakhiri dengan titik koma.

Oh iya, saat membuat variabel…

…kita juga dapat mengisi langsung dengan nilai yang ingin kita simpan.

Contoh:

int berat = 49;

Artinya:

Kita akan membuat variabel dengan nama berat dan tipe data integer, lalu langsung diisi dengan nilai 49.

Aturan Penulisan Variabel pada C

Ada beberapa aturan penulisan variabel yang harus kamu ketahui:

  1. Nama variabel tidak boleh didahului dengan simbol dan angka.
  2. Nama variabel tidak boleh menggunakan kata kunci yang sudah ada pada bahasa C, contoh: if, int, void, dll.
  3. Nama variabel bersifat case sensitive, artianya huruf besar dan kecil dibedakan, contoh: nama dan Nama adalah dua variabel yang berbeda.
  4. Disarankan menggunakan underscore untuk nama variabel yang terdiri dari dua suku kata, contoh: nama_lengkap.

Contoh Program dengan Variabel

Baiklah, mari kita coba menggunakan variabel dalam program…

Buka Codeblocks!

Kemudian buat program baru bernama contoh_variabel.c, kemudian isi dengan kode berikut.

#include <stdio.h>

int main(){
    // membuat variabel dengan tipe data integer
    int berat;
    // membuat variabel dan langsung mengisinya
    int tinggi = 178;

    // mengisi nilai ke variabel
    berat = 54;

    // mencetak isi variabel ke layar
    printf("Berat badan saya adalah %ikg dan tinggi %icm", berat, tinggi);ode

    return 0;
}

Setelah itu coba jalankan programnya…

Maka hasilnya:

Membuat Variabel pada bahasa pemrograman C

Jadi kita cukup menuliskan nama variabel pada fungsi printf() untuk menampilkan isinya.

Apa yang akan terjadi jika kita lupa mengisi nilai variabel.

Misalnya di bagian pengisian nilai untuk variabel berat kita hapus seperti ini.

Variabel pada bahasa pemrograman C

Maka hasil outputnya:

Berat badan saya adalah 0kg dan tinggi 178cm

Isi dari variabel berat akan sama dengan nol 0, karena kita tidak mengisinya.

Ini adalah nilai default yang diberikan.

Saran saya:

Selalu isi variabel yang kamu buat, agar tidak sia-sia.

Percuma ‘kan sudah dibuat, tapi tidak dipakai.

Tipe Data pada Bahasa C

Tipe data adalah jenis data…

Menurut Wikipedia:

“Tipe data atau kadang disingkat dengan ‘tipe’ saja adalah sebuah pengelompokan data untuk memberitahu compiler atau interpreter bagaimana programmer ingin mengolah data tersebut” 1

Ada delapan jenis tipe data pada C:

  1. Char
  2. Integer
  3. Float
  4. Array
  5. Structure
  6. Pointer
  7. Enum
  8. Void

Apabila kita kelompokkan, maka akan terdapat empat kelompok tipe data.

Kelompok tipe data pada bahasa pemrograman C

Pada tutorial ini, kita akan bahas tipe data dasar dan void saja.

Untuk tipe data yang lainnya akan dibahas di tutorial yang beda.

Tipe Data Dasar pada C

Sesuai namanya, tipe data dasar adalah tipe data yang paling dasar dalam bahasa pemrograman C.

Tipe data dasar terdiri dari…

Tipe data dasar pada pemrograman c
  1. Char: adalah tipe data yang berisi 1 huruf atau 1 karakter;
  2. Integer: adalah tipe data yang berupa angka;
  3. Float: adalah tipe data yang berupa bilangan pecahan
  4. Double: adalah tipe data sama seperti float, namun double memiliki ukuran penyimpanan yang lebih besar dibandingkan float.

Setiap tipe data memiliki panjang dan ukuran, perhatikan tabel berikut.

Tipe DataUkuranPanjangContoh
char1 byte-128 — 127 atau 0 — 255'A', 'a', '3'
int2 byte-32,768 — 32,767 atau -2,147,483,648 — 2,147,483,64732, 1, 4
float4 byte1.2E-38 — 3.4E+384.3, 2.2, 6.0
double8 byte2.3E-308 — 1.7E+3084.2, 4.22, 3.2

Format penulisan koma untuk tipe data float dan double menggunakan tanda titik, mengikuti format internasional.

Jika kamu menulis seperti ini 2,5 maka akan salah. Penulisan yang benar adalah 2.5.

Lalu untuk penulisan tipe data char harus diapit dengan tanda petik.

Mengapa?

Karena kalau misalnya karakter itu adalah spasi— tanpa tanda petik—kita tidak akan bisa mengisinya dengan karakter spasi.

Contoh Program:

Buatlah program baru dengan nama contoh_tipedata.c, kemudian isi dengan kode berikut.

#include <stdio.h>

int main(){
    int usia = 19;
    float berat = 65.3;
    double tinggi = 178.43;
    char jenis_kelamin = 'L';

    printf("Usia: %i tahun\n", usia);
    printf("Tinggi: %.2f cm\n", tinggi);
    printf("Berat: %.2f Kg\n", berat);
    printf("Jenis kelamin: %c\n", jenis_kelamin);

    return 0;
}

Hasilnya:

Output program dengan tipe data

Mungkin kamu akan bertanya:

Mengapa kita menggunakan %.2f pada saat mencetak tipe data float dan double?

Kita bisa saja mencetakanya dengan format %f saja, akan tetapi akan dicetak dengan angka yang panjang.

Tinggi: 178.430000 cm
Berat: 65.300003 Kg

Kita menggunakan %.2f untuk menentukan batas jumlah angka setelah koma. Angka 2 sebelum f artinya dua angka di belakang koma.

Tinggi: 178.43 cm
Berat: 65.30 Kg

Tipe Data Void pada C

Tipe data void adalah tipe data khusus untuk menyatakan tidak ada data.

Apakah nol 0 sama dengan void?

Tidak, nol memiliki nilai yaitu 0 sementara void tidak ada.

Bingung?

Coba bayangkan seperti ini:

Nol vs Void atau Null

Nol 0 artinaya tisunya habis, null atau void artinya tisunya tidak ada. Lalu undefined artinya variabelnya belum dibuat dalam memori.

Biasanya, undefined akan kamu temukan saat belajar Javascript.

Tipe data void jarang digunakan dalam pembuatan variabel. Tapi biasanya dipakai pada nilai kembalian sebuah fungsi.

Contoh:

void main(){
    //...
}

Artinya fungsi main() tidak akan mengembalikan nilai apa-apa.

Konversi Tipe Data

Konversi tipe data atau type casting adalah proses mengubah tipe data menjadi tipe yang lain.

Kenapa kita perlu konversi tipe data?

Untuk menjawabnya, saya ingin tunjukan ilustrasi berikut ini:

Air yang bentuknya cair tidak bisa disimpan dalam kardus. Karena itu, air harus konversi dulu menjadi bentuk padat (es) agar bisa disimpan dalam kardus.

Begitu juga dengan variabel…

Cara mengubah tipe data pada C, cuku dengan menuliskan nama tipe datanya di depan nilai atau variabel yang ingin dibuah.

float a = (float) 10;

Artinya nilai 10 akan diubah menjadi tipe float.

Contoh:

#include <stdio.h>

void main(){
    int a = 5;
    int b = 2;

    float c = a / b;

    printf("Hasil a / b = %.2f\n", c);
}

Program di atas akan menghasilkan output:

Hasil a / b = 2.00

Mengapa 2.00? bukannya 2.50?

Ini disebabkan karena variabel a dan b bertipe intger. Nah hasil pembagian dari tipe data integer akan selalu dibulatkan.

Agar tidak dibulatkan, kita harus mengubahnya menjadi float. Kemudian melakukan pembagian.

Type casting pada C

Mengenal Konstanta pada C

Konstanta adalah sebuah nilai tetapan.

Bisa juga dibilang sebagai variabel yang tidak bisa diubah nilainya.

Ada dua cara pembuatan konstanta pada C:

  1. Menggunakan #define;
  2. dan Menggunakan const.

Contoh menggunakan define:

#include <stdio.h>
#define SEPULUH  10 
#define VERSI  4.5 
#define JENIS_KELAMIN 'L' 

void main(){
    printf("isi konstanta SEPULUH adalah %i\n", SEPULUH);
    printf("isi konstanta VERSI adalah %f\n", VERSI);
    printf("isi konstanta JENIS_KELAMIN adalah %i\n", JENIS_KELAMIN);
}

Hasil outputnya:

isi konstanta SEPULUH adalah 10
isi konstanta VERSI adalah 4.500000
isi konstanta JENIS_KELAMIN adalah 76

Contoh menggunakan const:

#include <stdio.h>

void main(){
    const double PI = 3.14;
    const JENIS_KELAMIN = 'P';
    const VERSI = 11;

    printf("isi konstanta PI adalah %f\n", PI);
    printf("isi konstanta JENIS_KELAMIN adalah %i\n", JENIS_KELAMIN);
    printf("isi konstanta VERSI adalah %f\n", VERSI);
}

Hasil outputnya:

isi konstanta PI adalah 3.140000
isi konstanta JENIS_KELAMIN adalah 80
isi konstanta VERSI adalah 3.140000

Perbedaan pembuatan konstanta yang menggunakan #define dan const terletak pada format penulisannya.

Pada #define kita tidak perlu menuliskan tipe data, sedangkan const harus.

Pada #define kita tidak membutuhkan titik koma di akhir, sedangkan pada const kita harus menuliskan titik koma.

Posisi penulisan untuk #define dan const bisa ditulis di dalam main() maupun di luar.

Oh iya, untuk nama konstanta disarankan menggunakan huruf kapital untuk menandakan itu sebuah konstanta.

Apa yang akan terjadi jika saya mencoba mengisi nilai ke dalam konstanta?

Ya programnya akan error.

Konstanta error

Apa Selanjutnya?

Kita baru saja mempelajari variabel dan tipe data dasar pada C.

Sebenarnya masih ada lagi tipe data yang lain yang harus dibahas.

Karena itu, silahkan lanjutkan mempelajari tentang: