Hi! 👋, Saya Dian. Founder Petani Kode dan Web Developer Expert. Suka belajar hal baru dan menulis.
Ada 469 artikel yang ditulis oleh Ahmad Muhardian

Secara default, konfigurasi yang akan diberikan pada server Apache di Linux adalah mode production. Server produksi (production server) merupakan server yang digunakan setelah web selesai dikembangkan atau sudah siap dipakai. Server produksi tidak akan menampilkan apa-apa kalau terjadi error. Karena itu, kita harus mengubahnya ke dalam mode development. Silakan simak caranya, sebagai berikut.
![Apa Fungsi String[] args pada Pemrograman Java?](/img/cover/java.png)
Saat awal belajar pemrograman Java, kita akan menemukan String[] args. Apa sih fungsinya? Kenapa kita harus menuliskannya?

Ini artikel lama, belum di-update. Isinya mungkin tidak relevan dengan kondisi sekarang Beberapa hari yang lalu, saya melakukan downgrade sistem operasi, dari versi 15.10 ke 14.04. Secara otomatis, versi server MySQL-nya juga ikut di-downgrade, dari versi 5.6.27 ke versi 5.5.47. Pada versi yang lebih lama (5.5.47), tipe data Datetime dengan nilai default current_timestamp tidak diterima. Ketika saya mengimpor dari cadangan database, terjadi error.

Membuat backup (cadangan) database perlu dilakukan sebelum instal ulang server atau untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Backup sebenarnya bisa kita lakukan melalui Phpmyadmin dengan cara mengekspor semua database. Tapi bagaimana kalau kita belum menginstal Phpmyadmin di Server? Tenang… Kita masih bisa melakukan backup melalui command line. Caranya gimana? Silakan disimak:

Pada tutorial sebelumnya kita telah membuat konstruksi awal dari template. Ada dua file yang telah kita dibuat, index.php dan style.css. Sekarang kita fokus pada file index.php. Isinya adalah sebuah HTML percobaan (hello world). Tentu ini bukan tujuan akhir yang kita inginkan,

Di luar sana, ada banyak sekali bertebaran tema atau template Wordpress gratis. Namun, kita perlu hati-hati dalam menggunakan template gratis tersebut. Beberapa hari yang lalu, saya sudah mengecek website wordpress teman saya. Katanya ia memesan web sekaligus temanya dari seorang developer. Begitu saya cek… Eh, ternyata di sana ada script backdoor yang memungkinkan si developer masuk kapan saja ke web dia.

Pada tutotiral ini, kamu akan belajar cara membuat garis dengan properti border di CSS.

Inspect Element merupakan fitur browser yang dibuat untuk memudahkan pengembangan web. Inspect Element dapat kita akses dengan klik kanan, kemudian memilih Inspect Element, atau bisa juga dengan menekan tombol F12. Adapun manfaat dari Inspect Element untuk web Developer adalah sebagai berikut. 1. Tempat Eksperimen CSSSelain ada console Javascript, bisa dibilang di Inspect Elemen juga ada console-nya CSS. Ya, di sana kita bisa eksperimen kode CSS. Sebelum kita menulis kode CSS, sebaiknya gunakan Inspect Element terlebih dahulu. Karena saat kita menulis kode CSS di Inspect Elemen, browser akan langsung mengeksekusinya. Selain itu, kita diberikan fitur yang memudahkan penulisan CSS seperti autocomplete, colorpicker, filter, visual model box, dll.

Apakah kamu baru pindah ke Linux dan menggunakan Android Studio di sana? Mungkin kamu akan mendapatkan beberapa masalah, karena cara instal Android Studio-nya belum benar. Berikut ini beberapa masalah yang biasanya terjadi dan solusinya: 1. KVM is MissingKVM adalah sebuah mesin virtual berbasis kernel (Kernel Based Virtual Machine). KVM akan digunakan oleh android studio untuk membuat emulator. Apabila kamu mendapatkan masalah: “KVM is Missing” …itu artinya KVM belum terinstal di komputermu.