Hi! 👋, Saya Dian. Founder Petani Kode dan Web Developer Expert. Suka belajar hal baru dan menulis.
Ada 469 artikel yang ditulis oleh Ahmad Muhardian

Pada tutorial ini, kamu akan belajar macam-macam layout dan container di PyGTK. Ini penting untuk membuat tampilan aplikasi yang lebih rapi...

Bagaimana cara membuat web responsif? itulah pertanyaan yang cukup sering ditanyakan kepada saya. Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang cukup panjang, karena itu saya tidak bisa langsung menjawab secara detail melalui lisan maupun pesan instan, selain itu juga waktu yang tidak mendukung. Berangkat dari keterbatasan itu, akhirnya saya menerbitkan tulisan ini. Apakah itu RWD?RWD singkatan dari Responsive Web Design. Responsif artinya webnya dapat merespon atau menyesuaikan diri dengan perangkat yang digunakan. Misalnya kita membuka webnya melalui ponsel, maka secara otomatis tampilan webnya akan disesuaikan dengan ukuran layar ponselnya.

Dalam materi-materi perulangan simbol ++ sering kita temukan. Simbol tersebut termasuk dalam operator aritmatika dan penugasan untuk meningkatkan atau menambah satu (+1) sebuah variabel. Kadang ditulis seperti ini i++ dan juga seperti ini ++i. Apa sih perbedaannya? Post-increment dan Pre-incrementPenulisan simbol ++ di belakang variabel disebut dengan post-incement, sedangkan bila ditulis di depan, disebut dengan pre-increment. Contoh: Post-increment: for(int i = 1; i <= 10; i++){ System.out.print(i); } Pre-increment:

Apa saja bahasa pemrograman yang bisa kamu langsung pakai di Ubuntu?

Hari ini saya belajar sesuatu yang cukup menantang, yaitu graf. Bagaimana menulis graf dalam kode? dan memahami beberapa hal tentang graf. Menurut Wikipedia, graf dalam komputer sains (ilmu komputer) adalah sebuah tipe data abstrak. Graf terdiri dari titik-titik (nodes) yang terhubung dengan sisi/busur (edge/arcs).1 Berikut ini contoh graf yang akan kita tulis dalam kode program python:

Seperti yang sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya. PHP CLI merupakan PHP yang berjalan di atas Command Line. Biasanya, program yang berbasis teks memiliki fungsi tersendiri untuk mengambil input. Contohnya Python menggunakan fungsi input() dan raw_input(), java menggunakan Scanner dan BufferReader, C++ menggunakan cin, Pascal menggunakan readln(), dsb. Lalu, Bagaimana dengan PHP?

Kali ini saya akan mencoba menerjemahkan sebuah artikel hasil wawancara dari FossBoss yang mungkin menginspirasi. Judul aslinya “Mengenal Ali Abdulghani, Seorang Programmer Tunanetra yang Bekerja di Bidang Open Source” (Meet Ali Abdulghani, a Blind Programmer Working in the field of Open Source).

Siapa yang tidak kenal dengan program Hello World? Sebuah program yang paling sederhana di dunia. Fungsi utama dari program ini adalah menampilkan pesan ‘hello world’ ke layar. Hampir di setiap bahasa pemrograman menggunakan program Hello World untuk perkenalan pertama… Namun, tidak banyak yang tahu, kapan program ini pertama kali dibuat? Siapa yang membuatnya dan Kenapa harus Hello World? Karena itu, mari kita bahas sejarah dan asal usulnya. Tulisan ini terinspirasi dari komentar teman-teman di instagram , terima kasih sebelumnya sudah menyarankan saya untuk membahas asal-usul program Hello World 😄.

Pada tutorial dan buku pemrograman PHP yang beredar, tidak banyak yang membahas tentang PHP CLI dan PHP interaktif. PHP sendiri merupakan sebuah bahasa pemrograman yang fokus untuk pengembangan web. Karena itu, jarang sekali digunakan di lingkungan CLI (Command Line). Bagi yang belajar pemrograman PHP menggunakan XAMPP atau LAMPP, kemungkinan jarang menggunakan PHP CLI atau PHP interaktif. Tetapi, bagi yang menggunakan paket terpisah (apache2, php, mysql), kemungkinan sering bermain dengan PHP CLI dan PHP interaktif.