author Ahmad Muhardian

Cara Install Android Studio di Linux


Cara Install Android Studio di Linux

Pada bulan oktober kemarin, Android Studio 3.0.0 resmi dirilis.

Menarik untuk dicoba, karena pada versi ini, Kotlin sudah didukung secara resmi.

Selain itu, ada cukup banyak perubahan lain.

Selengkapnya bisa disimak dalam video ini:


Saat ini saya masih menggunakan Android Studio 2.x dan berencana akan menghapusnya setelah menginstal yang 3.0.

Baiklah…

Langsung saja kita mulai instalasinya.

Install Library 32-bit

Jika kamu menggunakan Linux 64-bit, maka harus menginstall library berikut:

Untuk pengguna Ubuntu, Linux Mint, Debian:

sudo apt-get install libc6:i386 libncurses5:i386 libstdc++6:i386 lib32z1 libbz2-1.0:i386

Untuk pengguna fedora 64-bit:

sudo yum install zlib.i686 ncurses-libs.i686 bzip2-libs.i686

Download Android Studio

Pertama silahkan download dulu Android Studionya: [ Download Android Studio].

Download Android Studio

Setelah itu, kita akan mendapatkan sebuah arsip zip.

File android studio

Arsip ini tinggal kita ekstrak ke direktori yang kita inginkan.

Biasanya diekstrak ke /opt/.

Namun karena direktori /opt saya sudah hampir penuh, saya pilih ekstrak ke direktori home saja.

Buat sebuah direktori di home:

mkdir ~/Apps/android

Maka tinggal kita drag-drop saja ke sana.

Ekstrak Android Studio

Selesai.

Selanjutnya lakukan konfigurasi awal…

Konfigurasi Awal dan Install Android SDK

Android Studio belum bisa kita gunakan, karena belum ada Android SDK. Android SDK adalah kumpulan dari tools dan library untuk membuat aplikasi android.

Android SDK bisa kita install dengan mendownload secara terpisah atau download langsung dari Android Studio.

Silahkan buka Android Studio: Masuk ke direktori android-studio/bin kemudian klik 2x studio.sh.

Membuka Android Studio

Saat pertama kali dibuka, kita akan diminta untuk mengimpor konfigrasi. Pilih saja Do not import Settings.

Impor settings android studio

Setelah itu, akan muncul jendela Welcome. Klik Next untuk melanjutkan.

Jendela Welcome android studio

Selanjutnya pilih Custom pada Install Type agar kita bisa menentukan sendiri Android SDK-nya.

Jendela Install Type android studio

Selanjutnya pilih tema yang disukai, lalu klik Next untuk melanjutkan.

Memilih Tema android studio

Selanjutnya, kita akan menentukan lokasi Android SDK-nya. Silahkan klik tombol ....

Menambahkan Android SDK di android studio

Arahkan ke lokasi ~/Apps/android kemudian buat direktori baru di sana bernama sdk.

Membuat direktori SDK

Berikan nama direktorinya: sdk.

Membuat direktori SDK

Setelah itu, klik Next untuk melanjutkan.

Menentukan lokasi SDK

Kemudian kita akan diminta untuk memverifikasi pengaturan yang baru saja dibuat. Klik saja Next untuk melanjutkan.

Verifikasi Pengaturan Android Studio

Selanjutnya, klik Finish untuk memulai proses download SDK.

Verifikasi Pengaturan Android Studio

Pastikan koneksi internetmu stabil dan cepat.

Download Android SDK

Proses download akan memakan waktu yang cukup lama (tergantung dari kecepatan internet),

Setelah selesai silahkan klik Finish, maka jendela Welcome akan terbuka.

Welcome Project Android Studio

Sekarang kita bisa membuat project baru atau membuka yang lama…

Sebelum melakukan itu, silahakan tambahkan Android Studio ke dalam Menu.

Menambahkan Android Studio ke dalam Menu

Pada jendela Welcome, klik Configure lalu pilih Create Desktop Entry.

Membuat Dekstop Entry

Pada jendela yang muncul, langsung saja klik OK.

Membuat Dekstop Entry

Setelah itu, coba periksa menu:

Android Studio di Menu

Apakah sudah selesai?

Belum, masih ada lagi yang harus dilakukan.

Silahkan lanjutkan…

Ujicoba Project Android dan Update SDK

Biasanya saat kita mencoba membuka project lama, akan terjadi error seperti ini:

Error SDK

Ini disebabkan karena versi SDK yang digunakan pada project tersebut belum ada di Android SDK yang kita install.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tinggal diklik saja, link tersebut nanti akan menginstall sendiri.

Atau kita update SDK sesuai selera.

Error SDK

Android Studio 3.0 tidak memiliki SDK manager eksternal seperti versi sebelumnya.

SDK Manager-nya sudah langsung di dalam Android Studio.

Kita tinggal centang saja yang mana yang ingin di-install, lalu klik Apply.

Bingung mau install yang mana?

Saran saya menginstall yang SDK Platform saja, karena akan digunakan saat coding.

Update SDK

Sementara yang lainnya (Image) hanya berfungsi untuk membuat emulator saja.

Jika ada “Google APIs” di depannya, berarti image tersebut bisa digunakan untuk emulator dengan Google API.

Jadi install yang dibutuhkan saja, karena kalau diinstall semua…

Siap-siap saja nambah hardisk 😄.

Membuat Emulator Android

Setelah selesai Update SDK, buatlah emulator baru.

Jika kamu menggunakan HP atau Genymotion sebagai emulator, langkah ini tidak perlu dilakukan.

Ikon untuk membuat Emulator

Maka akan muncul jendela seperti ini:

Ikon untuk membuat Emulator

Klik Create Virtual Device… untuk membuat emulator baru.

Setelah itu, tentukan jenis emulator dan tipe/merek (hardware) HP-nya.

Memilih Hardware Emulator

Selanjutnya, pilih Image yang pernah kita download melalui Update SDK, atau klik Download untuk mendownload yang baru.

Memilih Image Emulator

Berikutnya, berikan nama untuk emulatornya dan klik Finish.

Nama Emulator

Sekarang coba membuat project baru atau buka yang sudah ada, lalu kelik Run.

Pilih emulatornya:

Memilih Emulator

Tunggulah beberapa saat, Android Studio akan melakukan kompilasi, build APK, dan menyalakan Emulator.

Hasil ujicoba Android Studio dan Emulator

Apa Selanjutnya?

Itulah cara install Android Studio 3.0.0 (canary) di Linux. Langkah-langkanya cukup panjang dan terlihat rumit.

Selanjutnya mungkin bisa menginstall beberapa plugin yang dibutuhkan, seperti:

Atau mulai membuat aplikasi Android dengan bahasa Kotlin.

Terimakasih sudah mengikuti tutorial ini sampai akhir.

Jika ada yang ditanyakan, silahkan sampaikan melalui komentar.

Baca Juga ini

Pemrograman Android: Cara Periksa Konektivitas Internet Pengguna

Pemrograman Android: Cara Periksa Konektivitas Internet Pengguna

Pengembangan aplikasi yang membutuhkan koneksi internet untuk operasinya, perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu. Contoh sebuah aplikasi yang menreapkan API Google Maps, membutuhkan koneksi internet untuk menampilkan peta. Akan tetapi, tidak dilakukan pengecekan koneksi internet. Aplikasi pun gagal menampilkan peta dan tampa pesan umpan balik. Pengecekan koneksi internet akan membantu kita membuat umpan balik ke pengguna aplikasi. Misalkan, ketika user ingin menampilkan peta Google Map, periksa terlebih dahulu koneksi internetnya.

Emulator Alternatif untuk Android Studio

Emulator Alternatif untuk Android Studio

Emulator Android terasa berat? Mungkin kamu harus upgrade RAM atau gunakan emulator alternatif. Emulator bawaan Android memang terasa berat bagi yang menggunakan komputer dengan spesifikasi rendah. Android manyarankan spesifikasi minimal RAM 8GB, tapi kita tidak punya RAM sebanyak itu. Bagaimana cara mengatasinya? Gunakan emulator alternatif. Ada dua emulator alternatif yang bisa kita gunakan untuk debug dan deploy aplikasi android: Menggunakan Genymotion Menggunakan Hp sendiri Pada tulisan ini kita akan belajar cara menggunakan emulator alternatif untuk mengembangkan aplikasi android.

Ebook dan Video Pemrograman Android Gratis dari Google

Ebook dan Video Pemrograman Android Gratis dari Google

Buat yang belum tahu: Google saat ini sedang mengadakan program untuk melatih 100.000 developer Android di Indonesia. Google ingin membuat pendidikan developer Android kelas dunia bisa diakses oleh semua pelajar dan developer di seluruh Indonesia. 1 Saat ini Google sudah bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia: Institut Teknologi Bandung Universitas Gadjah Mada Universitas Bina Nusantara Universitas Katolik Parahyangan President University Institut Teknologi Harapan Bangsa Universitas Telkom Universitas Kristen Maranatha Nah untuk mendukung program ini, Google sudah menyediakan ebook/modul dan video tutorial pemrograman android.

Pemrograman Android: Mengenal Activity dan Siklus Hidupnya

Pemrograman Android: Mengenal Activity dan Siklus Hidupnya

Aplikasi Android setidaknya memiliki satu atau lebih Activity. “Bagaimana kalau tidak memiliki Activity?” Aplikasi itu akan menjadi aplikasi yang hanya bisa berjalan secara background saja dan tidak memiliki tampilan apa-apa. Alias aplikasi demit 😄. Pada kesempatan ini kita akan berkenalan dengan Activity dan memahami siklus hidup Activity dalam aplikasi. Mari kita mulai… Pengertian ActivityActivity adalah komponen yang dapat dilihat oleh pengguna, sehingga mereka dapat berinteraksi dengan aplikasi.

Pemrograman Android dengan Kotlin Extensions (Lebih Gampang!)

Pemrograman Android dengan Kotlin Extensions (Lebih Gampang!)

Pada tulisan sebelumnya, kita telah berhasil menginstal plugin Kotlin pada Android Studio 2.x, sehingga kita dapat menggunakan kotlin di sana. Pemrograman Android dengan Kotlin memang masih baru. Kemarin saya mencoba membuat kode untuk event listener onClick(), tapi malah error. Aplikasi tidak bisa dibuka dan langsung menutup dirinya. Pesan error pun tidak ditapilkan di Android Studio. Namun, masalah ini sudah terpecahkan oleh Kotlin Extension. Apa itu Kotlin Extensions?Pernah menggunakan fungsi findViewById()?

Pemrograman Android dengan Kotlin pada Android Studio 2.2

Pemrograman Android dengan Kotlin pada Android Studio 2.2

Android Studio yang saya gunakan masih versi 2.2 dan rasanya agak malas mencoba Android Studio yang versi 3.0, karana masih tahap preview. Update (28 Oktober 2017): Android Studio 3.0.0 Sudah Resmi dirilis Tapi saya ingin segera mencoba coding aplikasi android dengan Kotlin. Bagaimana caranya? Gampang. Kita hanya perlu menginstal plugin Kotlin dan melakan sedikit konfigurasi. Mari kita coba… Buat Proyek BaruSilahkan buka Android Studio dan buat proyek baru.