author Ahmad Muhardian

6 Tips untuk Membuat Android Studio Semakin Cepat dan Ringan


Android Studio Cepat

Android Studio berat!

Ya, saya juga merasakannya.

Apalagi spek laptop yang saya gunakan masih core i3, dan ram yang pas-pasan.

Namun, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membuat kinerja Android Studio menjadi lebih cepat.

Apa saja itu?

Mari kita simak…

1. Gunakan Prosesor yang Cepat

Untuk menjalankan Android Studio dengan lancar, setidaknya minimal kita harus menggunakan prosesor core i3.

Semakin tinggi kecapatan prosesor semakin bagus.

Jika kita perhatikan requirement yang diminta di website resmi Android Studio, di sana memang tidak tertera berapa kecepatan minimal prosesor yang harus digunakan.

Requirement Android Stuio

2. Upgrade RAM

RAM merupakan media penyimpanan sementara yang akan digunakan oleh Android Studio untuk menyimpan data saat dibuka.

RAM Komputer

Ukuran RAM laptop yang beredar saat ini antara 2GB sampai 16GB.

Semakin besar ukuran RAM, kinerja android studio akan semakin cepat.

Google sendiri merekomendasikan minimal ukuran RAM untuk menjalanakan Android Studio adalah 3GB dan direkomendasikan menggunakan 8GB.

Apabila kamu tidak menggunakan emulator, dengan ram 4GB sampai 6GB sudah cukup untuk menjalankan Android Studio Saja.

3. Gunakan Linux atau Mac

Bebereapa orang berpendapat:

“Menggunakan Android Studio di Linux dan Mac lebih cepat dibandingkan Windows”

Apakah benar demikian?

Tidak juga…

Karena “rasa lebih cepat” itu bisa jadi disebabkan karena di Windows banyak aplikasi backgrond yang berjalan seperti Antivirus dan itu menyebabkan Android Studio berjalan lebih lambat.

…dan begitu mencoba android Studio di Linux ataupun di Mac OS, maka seolah-olah akan terasa lebih cepat.

Terus, kok menyarankan menggunakan Linux atau Mac?

Ya, karena alasan tadi.

Jika kamu ingin nyaman, tanpa harus ada antivirus yang menggangu. Saya menyarankan menggunakan Linux dan Mac.

4. Gunakan SSD

Jika komputer atau laptopmu masih menggunakan hardisk, saya menyarankan mengantinya menggunakan SSD.

Mengapa SSD?

SSD memiliki kecepatan baca tulis file yang sangat cepat dibandingkan hardisk.

Ini akan membuat komputer kita bekerja semakin cepat.

Nggak percaya?

Coba simak video berikut:

Video di atas adalah perbandingan kecepatan boot laptop yang menggunakan Hardisk dan SSD.

Terbukti SSD lebih cepat.

Pengalaman saya, saat menggunakan hardisk di core i3 RAM 6GB emulator Android Studio tidak bisa saya jalankan.

Setiap mau dijalankan, selalau ngelag.

Setelah upgrade ke SSD, sekarang lancar jaya 😄.

Percayalah, dengan SSD akan membuat Android Studio jauh lebih cepat dari biasanya.

Bahkan banyak yang bilang:

“Mending beli SSD daripada Upgrade RAM”

Harga SSD juga sudah terjangkau, sekitar Rp 650.000 untuk SSD yang berkapasitas 512GB. Harganya hampir setara dengan RAM 4GB.

5. Gunakan Gradle Mode Offline

Gradle adalah program yang bertugas untuk membangung (build) project menjadi aplikasi (APK).

Berikut ini beberapa hal yang dikerjakan oleh gradle:

  1. Mendownload library yang dibutuhkan;
  2. Membuat APK;
  3. Mengeksekusi perintah untuk testing;
  4. dll.

Salah satu yang membuat build lambat biasanya karena koneksi internet yang lambat.

Apabila kamu memiliki koneksi internet yang kurang stabil, sebaiknya mengaktifkan mode offline.

Karena dengan mode ini, si gradle tidak akan men-download library dari internet.

Cara mengaktifkan Gradle ke mode offline:

Klik ikon Gradle di samping kanan, kemudian klik tombol Toggle Online/Offline.

Gradle offline mode

Jika ingin menginstal library, kita bisa aktifkan kembali ke mode online melalui tombol ini.

6. Batasi Memory Build Gradle

Caranya, buka file gradle.properties di proyek Android. Lalu cari org.gradle.jvmargs dan ubah seperti ini.

org.gradle.jvmargs=-Xmx4096m -XX:MaxPermSize=1024m -XX:+HeapDumpOnOutOfMemoryError -Dfile.encoding=UTF-8

Proses build mungkin akan berjalan lebih lambat, karena memori maksimal memori yang digunakan 1GB.

Tapi ini akan membuat Android Studio terasa lebih ringan.

Akhir Kata…

Android Studio memang berat, namun tips-tips di atas bisa dicoba.

Mungkin ada yang langsung berefek dan ada yang tidak.

Tips yang nomer 4 yang paling signifikan efeknya.

Baca Juga ini

Cara Install Android Studio di Linux

Cara Install Android Studio di Linux

Bagaimana Cara Install Android Studio di Linux? Ada beberapa langkah yang harus dilakukan, pertama menginstall beberapa library yang dibutuhkan, lalu menginstall android studio dan melakukan konfigurasi awal sampai bisa digunakan untuk coding.

Pemrograman Android: Cara Periksa Konektivitas Internet Pengguna

Pemrograman Android: Cara Periksa Konektivitas Internet Pengguna

Pengembangan aplikasi yang membutuhkan koneksi internet untuk operasinya, perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu. Contoh sebuah aplikasi yang menreapkan API Google Maps, membutuhkan koneksi internet untuk menampilkan peta. Akan tetapi, tidak dilakukan pengecekan koneksi internet. Aplikasi pun gagal menampilkan peta dan tampa pesan umpan balik. Pengecekan koneksi internet akan membantu kita membuat umpan balik ke pengguna aplikasi. Misalkan, ketika user ingin menampilkan peta Google Map, periksa terlebih dahulu koneksi internetnya. Kalau ada koneksi, izinkan untuk membuka activity Google Map.

Emulator Alternatif untuk Android Studio

Emulator Alternatif untuk Android Studio

Emulator Android terasa berat? Mungkin kamu harus upgrade RAM atau gunakan emulator alternatif. Emulator bawaan Android memang terasa berat bagi yang menggunakan komputer dengan spesifikasi rendah. Android manyarankan spesifikasi minimal RAM 8GB, tapi kita tidak punya RAM sebanyak itu. Bagaimana cara mengatasinya? Gunakan emulator alternatif. Ada dua emulator alternatif yang bisa kita gunakan untuk debug dan deploy aplikasi android: Menggunakan Genymotion Menggunakan Hp sendiri Pada tulisan ini kita akan belajar cara menggunakan emulator alternatif untuk mengembangkan aplikasi android.

Tutorial Android Kotin: Belajar Menggunakan ViewPager dan TabLayout

Tutorial Android Kotin: Belajar Menggunakan ViewPager dan TabLayout

Ini adalah tutorial yang akan membahas cara menggunakan ViewPager dan TabLayout pada aplikasi android. Tutorial ini menggunakan bahasa pemrograman Kotlin sebagai...

Tutorial Android Kotlin: Belajar Menggunakan Listview dengan ArrayAdapter

Tutorial Android Kotlin: Belajar Menggunakan Listview dengan ArrayAdapter

ini adalah hal dasar yang harus kamu pahami dalam membuat aplikasi android dengan Kotlin. ListView dan ArrayAdapter adalah ...

Tutorial Flutter #2: Cara Menggunakan Visual Studio Code untuk Coding Android dengan Flutter

Tutorial Flutter #2: Cara Menggunakan Visual Studio Code untuk Coding Android dengan Flutter

Pada artikel ini, kita akan membahas cara menggunakan Visual Studio Cocde untuuk membuat aplikasi Android dengan Flutter. Baca selengkapnya...