Emulator Android terasa berat?

Mungkin kamu harus upgrade RAM atau gunakan emulator alternatif.

Emulator bawaan Android memang terasa berat bagi yang menggunakan komputer dengan spesifikasi rendah.

Android manyarankan spesifikasi minimal RAM 8GB, tapi kita tidak punya RAM sebanyak itu.

Bagaimana cara mengatasinya?

Gunakan emulator alternatif.

Ada dua emulator alternatif yang bisa kita gunakan untuk debug dan deploy aplikasi android:

  1. Menggunakan Genymotion
  2. Menggunakan Hp sendiri

Pada tulisan ini kita akan belajar cara menggunakan emulator alternatif untuk mengembangkan aplikasi android.

Menggunakan Genymotion

Genymotion adalah emulator android yang berbasis virtualbox. Ada yang mengklaim emulator ini lebih cepat dibandingkan emulator bawaan android studio.

Cara Install Genymotion di Linux

Untuk dapat menggunakan Genymotion, kita harus menginstalnya terlebih dahulu.

Berikut ini langkah-langkah menginstal Genymotion di Linux.

1. Pastikan virtualbox Sudah Terinstal

Genymotion memanfaatkan virtualbox untuk melakuan virtualisasi. Jadi pastikan virtualbox sudah terpasang di komputermu.

sudo apt install virtualbox

2. Download dan Install Genymotion

Download Genymotion di website resminya (genymotion.com). Silahkan buat akun dan download.

Download Genymotion

Nanti kita akan mendapatkan file binary, seperti ini.

Genymotion untuk Linux

Setelah mendapatkan genymotion, selanjutnya kita akan menginstalnya ke direktori /opt.

Saya pilih direktori ini, karena banyak aplikasi lain juga terinstal di sana. Sebenarnya bisa diinstal di mana saja.

Silahkan copy atau pindahkan file binary yang didapatkan tadi ke direktori /opt.

sudo cp ~/Downloads/genymotion-2.5.2_x86.bin  /opt/

Setelah itu eksekusi filenya:

cd /opt
sudo chmod +x genymotion-2.5.2_x86.bin
sudo ./genymotion-2.5.2_x86.bin

Jika instalasi berhasil, akan muncul pesan seperti berikut ini.

Instalasi Genymotion

Setelah itu kita akan memiliki direktory baru bernama genymobile di dalam /opt dan item baru di Menu.

Menu Genymotion

Membuat Emulator Genymotion

Silahkan buka Genymotion, kemudian pada jendela Welcome, pilih Personal Use.

Pemilihan jenis lisensi Genymotion

Kemudian silahkan setujui EULA, atau baca-baca bila sempat.

Persetujuan EULA Genymotion

Setelah itu akan muncul sebuah dialog, “Apakah anda ingin membuat perangkat virtual?” jawab saja Yes.

Jendela dialog

Kemudian, kita akan diminta untuk login dengan akun yang sudah dibuat.

Login akun genymotion

Setelah berhasil login, selanjutnya silahkan pilih perangkat virutal yang akan diinstal.

Sebagai contoh saya memilih Google Nexus 5 dengan OS Android 6.0.0 (API 23).

Pemilihan virtual device yang akan diinstal

Selanjutnya klik Next, berikan nama dan klik Next lagi.

Tunggulah beberapa menit, perangkat virtualnya sedang di-download.

Download perangkat virtual

Setelah login dengan ke akun Genymotion, kita bisa menambahkan dan men-download emulator dengan mengklik tombol Add.

Setelah selesai, klik Finish dan selanjutnya kita bisa menjalankan emulator dengan mengelik tombol Start.

Menjalankan Emulator Genymotion

Bagus, sekarang kita sudah punya emulator android.

Lalu bagaimana caranya mengintegrasikannya dengan Android Studio?

Menambahkan Plug-in Genymotion di Android Studio

Klik menu file kemudian pilih Settings. Pada jendela yang terbuka, di bagian sebelah kiri, pilih plugins.

Cari plugin genymotion, bila tidak ditemukan klik browse. Kemudian, cari lagi plugin genymotion.

Setelah ketemu, klik Install Plugin dan jawab Yes.

Install Plugin Genymotion di Android Studio

Setelah instalasi selesai, silahkan restart atau buka ulang Android Studio-nya.

3. Uji Coba Genymotion

Setelah plugin genymotion berhasil terinstal, maka akan ada tambahan ikon Genymotion di toolbar Android Studio.

ikon genymotion

Silahkan klik ikon tersebut.

Jika baru pertama kali diinstal, Android Studio akan meminta kita untuk menentukan direktori tempat Genymotion terinstal.

Menentukan lokasi genymotion

Setelah itu akan muncul Genymotion Device Manager.

Genymotion Device Manager

Silahkan nyalakan salah satu mesin virtual Genymotion. Kemudian run salah satu proyek app di android studio, maka kita akan keluar jendela pemilihan mesin virtual atau emulator.

Pemilihan Emulator

Karena salah satu mesin genymotion sedang dinyalakan, makan akan tampil pilihannya di sana.

Setelah itu, aplikasi akan dikirim ke mesin virtual genymotion untuk dijalankan.

Android Studio dan Genymotion

Selamat 🎉…

Android Studio sudah bisa bekerja dengan Genymotion.

Menggunakan HP Sendiri Sebagai Emulator

Jika kamu memiliki HP dengan sistem operasi Android, kamu bisa menggunakannya sebagai emulator.

Cara ini lebih cepat, karena komputer hanya akan fokus untuk menjalankan Android Studio Saja.

Di samping itu, kita bisa melihat kinerja aplikasi kita secara nyata di perangkat Android yang sebenarnya.

Untuk menggunakan HP sebagai emulator, Kita membutuhkan kabel data untuk menghubunkan HP dengan komputer.

Namun sebelumnya, pastikan HP-nya sudah diubah menjadi mode developer.

Cara Mengaktifkan Developer Options Pada HP

Buka Settings, kemudian masuk ke menu About Phone.

Pada bagian versi, ketuk tujuh kali (7x).

Hingga keluar pesan:

Developer Mode sudah Aktif

Sekarang fitur Developer Options sudah aktif, silahkan lihat di Settings.

Fitur Developer Options

Silahkan centang pilihan “USB Debugging” (Mendebug USB), lalu hubungkan ke komputer dengan kabel data dan cobalah jalankan sebuah aplikasi dari Android Studio.

Deployment Targe

Akhir Kata…

Itulah dua pilihan alternatif emulator yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi Android.

Emulator yang manakan yang akan kamu gunakan?

Selanjutnya silahkan baca: