author Ahmad Muhardian

Menulis Kode dengan Activate Power Mode di Atom


Beberapa minggu yang lalu, saya menemukan sebuah gambar animasi gif di facebook. Animasi penulisan kode yang disertai efek partikel bertaburan.

Menarik, sepertinya akan menyenangkan menulis kode dengan efek ini.

Tidak lama kemudian, saya menemukan modulnya untuk Atom.

Efek ini awalnya hanya bisa dinikmati di Code in Dark Editor. Kemdian, seorang programmer bernama Joel Besada membuat replikasinya. Joel menulis sebuah modul untuk Atom, namanya activate-power-mode. Berikut ini cuplikannya:

Demo Activate Power Mode Atom

Cara Instal Activate Power Mode

Buka teks editor Atom, kemudian masuk ke manu Edit>Preferences atau tekan tombol Ctrl+, (koma). Setelah itu masuk ke menu Install. Cari activate-power-mode, kemudian install.

Instalasi Activate Power Mode

atau bisa juga dilakukan dengan perintah di terminal

apm install activate-power-mode

Aktivasi efek dapat dilakukan dengan menekan tombol Ctrl+Alt+o di area kerja Atom.

Untuk menonaktifkan tekan lagi tombol yang tadi.

Bug dan Kendala

Sebuah bug saya temukan ketika mencoba modul ini. Pada mode soft-wrap partikelnya tidak mengikuti kursor.

Efek partikelnya terjebak, tidak mau mengikuti kursor. Namun saya sudah melaporkan bug ini ke github. Semoga cepat diperbaiki.

Update 7 Mei 2016: Bug sudah diperbaiki 😄

Nah, bagaimana dengan teman-teman?

Apakah kamu sudah mencoba activate-power-mode?

Ceritakan bagaimana rasanya!

Baca juga: Acitivate Power Mode ada Dimana-mana

Baca Juga ini

Berkenalan dengan Lazarus, Alternatif untuk Delphi di Linux

Berkenalan dengan Lazarus, Alternatif untuk Delphi di Linux

Ketika saya mengikuti matakuliah pemrograman Delphi, saya menggunakan Lazarus sebagai pengganti Delphi di Linux. Baruntung, dosennya tidak mempermasalahkan hal ini. Pemrograman Delphi dengan Lazarus memang terlihat sama. Oleh karena itu, tugas akhir saya diterima dengan nilai yang memuaskan. Lazarus tidak hanya bisa berjalan di Linux, tapi juga bisa untuk sistem operasi yang lain seperti Windows, Mac OS, dan Unix. Baca juga: Instalasi dan Ujicoba Lazarus di Windows Berikut ini gambar screenshot Lazarus yang saya gunakan waktu itu di Kali Linux.

Manfaat fungsi time.sleep() pada pemrograman Python

Manfaat fungsi time.sleep() pada pemrograman Python

Python memiliki sebuah modul waktu (time). Banyak fungsi-fungsi yang berkaitan tentang waktu yang dapat digunakan dengan modul tersebut. Salah satunya adalah fungsi sleep(). Fungsi ini berguna untuk menunda waktu eksekusi. Fungsi ini membawa parameter berupa angka yang menyatakan detik (lama) penundaan. Misalkan, ingin menunda selama 5 detik: time.sleep(5)Fungsi ini dapat digunakan mengimpor modul time. Contoh program, berhitung sampai sepuluh. Lama penundaan perhitungan adalah 0.5 detik: import time for i in range(10):

Belajar PHP: Memahami 4 Jenis Perulangan dalam Pemrograman PHP

Belajar PHP: Memahami 4 Jenis Perulangan dalam Pemrograman PHP

Perulangan adalah hal dasar yang harus dipelajari dalam pemrograman PHP. Pada artikel ini, kita akan belajar jenis perulangan di PHP.

Belajar PHP: Menggunakan Percabangan untuk Membuat Logika Program

Belajar PHP: Menggunakan Percabangan untuk Membuat Logika Program

Pemahaman tentang percabangan akan sangat membantumu belajar ke tahap berikutnya. Karena dengan percabangan kita bisa membuat logika program. Pada tulisan ini kita akan belajar tentang percabangan di PHP dengan contoh

Belajar PHP: 7 Jenis Operator dalam PHP yang Harus diketahui

Belajar PHP: 7 Jenis Operator dalam PHP yang Harus diketahui

Pada tutorial ini, kita akan belajar tentang operator dalam PHP. Operator merupakan simbol yang digunakan untuk melakukan operasi dalam program. Ada tujuah macam operator di PHP yang harus kamu ketahui...