Pemrograman

Bahasa

Framework

Peralatan

Info

Membuat dan Menampilkan isi Direktori dengan PHP

– 04 September 2016
Pada kesempatan ini, saya akan mengajak teman-teman mengenal dua fungsi yang mungkin dibutuhkan untuk melakukan operasi pada file sistem. Fungsi pertama mkdir() untuk membuat direktori, mirip seperti perintah mkdir pada Linux dan md pada CMD Windows. Fungsi kedua scandir() untuk menampilkan direktori, mirip seperti perintah ls dan dir pada terminal ataupun CMD.

Membuat direktori

Mari kita mulai percobaan pertama, membuat direktori denga fungsi mkdir(). Fungsi ini dapat kita berikan parameter berupa string yang akan menjadi nama direktorinya. Direktori akan dibuat pada lokasi skrip PHP itu berada dan juga bisa di lokasi (path) tertentu. Fungsi mkdir() akan mengembalikan nilai true apabila berhasil membuat direktori dan false apabila gagal.

Contoh:
<?php mkdir("contoh_direktori"); ?>
Contoh pembuatan di path tertentu:
<?php mkdir("./ini_direktori/contoh/saja", 0777, true); ?>
Parameter 0777 adalah kode hak akses direktori dan nilai true pada parameter terakhir fungsinya untuk mengizinkan pembuatan direktori secara rekursif.

Melihat isi Direktori

Setelah kita mengetahui cara membuat direktori, selanjutnya kita akan coba fungsi scandir() untuk melihat direktori. Fungsi ini mengembalikan hasil berupa array.

Contoh:
<?php
$dir = scandir("ini_direktori");
print_r($dir);
?>
Akan menghasilkan output:
Array
(
    [0] => .
    [1] => ..
    [2] => contoh
)
Terdapat satu isi, berupa direktori (pada indeks ke-2). Sedangkan indeks ke-0 dan 1 adalah link yang mengarah ke direktori itu sendiri dan direktori di atasnya.
.  = direktori itu sendiri
.. = direktori di atasnya
Selanjutnya, kita bisa menampilkan isi dari hasil fungsi scandir() dengan perulangan.

Isinya ada 6 direktori. Karena sebelumnya, saya sudah membuat 6 direktori dengan perulangan.

A photo posted by Petani Kode (@petanikode) on

Kesimpulan

Pembuatan direktori dengan PHP dilakukan dengan fungsi mkdir() dan untuk melihat isi direkotri dilakukan dengan fungsi scandir(). Dua fungsi tersebut dapat diterapkan pada pembuatan sistem manajemen file berbasis web.

Referensi:

No comments :

Post a Comment