Pemrograman

Bahasa

Framework

Peralatan

Info

Sahur Kode dan Belajar Pemrograman Python di Codecademy

– 06 June 2016
Selamat pagi semua, sudah santap sahur? ya, akhirnya kita sudah sampai pada bulan Ramadhan. Jadi teringat bulan ramadhan dua tahun yang lalu. Saat itu, sehabis santap sahur, saya mengikuti kursus pemrograman Python di Codecademy.

Sahur kode, saya lakukan setelah santap sahur sambil menunggu waktu imsak dan adzan subuh tiba. Menyelesaikan sedikit demi sedikit kursus yang ada di Codecademy. Alhamdulillah di hari ke-28, kursusnya berhasil diselesaikan. Namun sayangnya saat ini saya tidak bisa melakukan itu lagi, karena ada proyek dan skripsi yang sedang dikerjakan.

Nah, bagi kalian yang ingin mencoba sahur kode (ngoding sehabis sahur), bisa dimulai dari sekarang. Dalam satu bulan, mungkin bisa menguasai satu bahasa pemrograman. Silahkan coba buktikan.

Adapun pengalaman yang saya dapatkan di sahur kode dua tahun yang lalu menjadi dasar saya memahami bahasa pemrograman lain. Berikut ini saya bagi sedikit.

1. Dasar Bahasa Pemrograman

Pada dasarnya semua bahasa pemrograman memiliki konsep yang sama. Ketika mempelajari bahasa pemrograman python di Codecademy, saya mendapatkan pencerahan. Saya menjadi paham, hal-hal yang sering saya temukan di bahasa pemrograman lain:
  1. Fungsi input dan output
  2. Variabel dan Tipe Data
  3. Percabangan/Struktur Kondisi (IF, IF/ELSE, SWITCH)
  4. Perulangan
  5. Fungsi
  6. Array
  7. Class dan Objek
Dengan memahami hal-hal di atas, saya semakin mudah mempelajari bahasa pemrograman lain. Mungkin hanya simbol dan sintaksnya saja yang berbeda. Tetapi, konsepnya sama saja.

2. Pemrograman Berorientasi Objek

Waktu itu saya belum begitu paham tentang pemrograman berorientasi objek (PBO), dalam bahasa inggris disebut Object Oriented Programming (OOP). Melalui sahur kode, saya belajar tentang class dan objek di python. Hal tersebut menjadi dasar saya memahami konsep OOP, kemudian dimantapkan dengan belajar bahasa pemrograman Java.

3. Bahasa Inggris

Kursus di Codecademy menggunkan bahasa inggris, mau tidak mau harus memahami bahasa inggris juga. Waktu itu, Google Translate selalu siap di tab sebelah. Bahasa inggris merupakan bahasa yang harus dipahami selain bahasa pemrograman itu sendiri, karena bahasa inggris akan membuat kita lebih paham.

Selain itu, sumber referensi akan menjadi lebih luas, karena bahasa inggris adalah bahasa global. Ketika saya tidak dapat menyelesaikan suatu bab dalam kursus, biasanya saya membuka Q/A Forum (Forum tanya-jawab) yang sudah disediakan di Codecademy. Di sana juga menggunakan bahasa inggris, jadi harus memaksakan diri untuk belajar bahasa inggris.

4. Bahasa Pemrograman Web

Setelah menyelesaikan kursus, saya ingin mencoba Django. Sebuah framework untuk membuat web dalam bahasa pemrograman python. Saya hanya mempelajari sedikit, namun itu membuat pencerahan bagi saya. Ternyata untuk membuat web itu tidak harus dengan bahasa pemrograman PHP.

5. Menyenangkan

Belajar pemrograman python di Codecademy sangat menyenangkan, karena kita belajar dengan praktik langsung (learn by doing). Selain itu, Codecademy juga menerapkan gamification yang membuat semua orang senang menggunkan Codecademy.

Itulah beberapa hal yang dapat saya ceritakan berdasarkan pengalaman sahur kode dua tahun yang lalu. Jadi, kalau kalian tertarik juga melakukan sahur kode, silahkan coba mulai dari sekarang.