Pemrograman

Bahasa

Framework

Peralatan

Info

Pemrograman java di lab (10): Percabangan IF dan IF-ELSE

– 25 October 2015

Percabangan merupakan pemecahan sebuah arus menjadi dua, sehingga membentuk cabang. Percabangan dalam flowchart digambarkan dengan belah ketupat. Percabangan dikenal juga dengan struktur kondisi, struktur if, decision, dan sebagainya.  Kita sepakati saja menyebutnya sebagai peracabangan, karena bentuknya seperti cabang kalau di flowchart.

Berdasarkan ilustrasi flowchart di atas, struktur dasar percabangan itu ada dua, yaitu IF dan IF-ELSE. Struktur IF, hanya memiliki satu pilihan. Bila kondisi tidak benar, maka tidak melakukan apa-apa. Sedangkan IF-ELSE, memiliki dua pilihan. Bila kondisi tidak benar (false), maka blok kode else akan dikerjakan.

Ingat! sturktur IF itu hanya akan mengerjakan kode yang ada di dalamnya bila kondisinya true.
if (suatu kondisi) {
    // kerjakan sesuatu
    // kerjakan yang ini juga
    // kerja terus 
}
Sementara IF-ELSE, memiliki alternatif tugas lain, bila kondisi tidak true (false).
if (suatu kondisi) {
    // kerjakan sesuatu
    // kerjakan yang ini juga
    // kerja terus 
} else {
   // kalau begitu, kerjakan yang ini
   // yang ini boleh juga 
}
Suatu kondisi dapat kita isi dengan operasi yang menghasilkan true dan false. Sebagai contoh, silahkan simak kode berikut ini:

Menggunakan operator relasi sama dengan (==) dan operator logika dan (&&)
public class Razia {
    public static void main(String[] args) {
        boolean SIM = false;
        boolean STNK = true;
        
        if(SIM == true && STNK == true){
            System.out.println("Tidak ditilang!");
        } else {
            System.out.println("Anda ditilang!");
        }
        
    }
}
Menggunakan operator relasi lebih besar samadengan (>=)
public class MinumKopi {
    public static void main(String[] args) {
        
        int umur = 15;
        
        if (umur >= 18){
            System.out.println("Boleh minum Kopi!");
        } else {
            System.out.println("Tidak boleh minum kopi!");
        }
        
    }
}

Studi kasus: Diskon

Sebuah toko buku memberikan diskon 10% bila belanjaannya lebih dari Rp 100.000. kasirnya merasa kesulitan menghitung total pembayaran meski menggunakan kalkuklator. Setiap kali pembeli membayar, si kasir harus menulis ulang rumus perhitungan diskonnya. Proses pembayaran pun menjadi lama. Antrian orang yang akan membayar semakin panjang. Kasirnya pusing, karena tidak bisa melayani dengan baik. Ternyata diskon membawa masalah bagi toko buku ini.

Solusi dari permasalahan ini ialah menggunakan sebuah program yang mampu menghitung total pembayaran dan diskon dengan cepat. Sebagai programer, silahkan anda buatkan program untuk memecahkan masalah ini. Contoh hasil outputnya akan seperti di bawah ini:

Jika diinputkan Rp 82.000
 Maka hasil outputnya:
Bila diinputkan Rp 120.000

Maka hasil outputnya:

Bagaimana? ... Silahkan kirimkan kode atau tangkapan layar outputnya melalui kotak komentar di bawah!