Pemrograman

Bahasa

Framework

Peralatan

Info

3 bentuk struktur pemilihan di pemrograman python

– 22 February 2014

Pada kondisi tertentu, kita sering dihadapi dengan pilihan-pilihan. Misalnya, saat pergi ke suatu tempat, terdapat banyak jalan menuju tempat tersebut. Manakah jalan yang akan dipilih? Kita akan berpikir dan mempertimbangkan pilihan yang akan diambil. Apakah melalui jalan x lebih cepat sampai dari pada jalan y, ataukah sebaliknya?

Kita dapat membuat komputer berpikir seperti di atas dengan kode pemilihan. Ada tiga model kode pemilihan di python: (i) if, dipakai saat pilihan kondisinya ada satu, (ii) if-else, dipakai saat pilihan kondisinya ada dua, dan (iii) if-elif-else dipakai saat pilihan kondisinya lebih dari dua.

1. Struktur if

Struktur pemilihan ini dipakai saat ada satu pilihan keputusan atau kondisi. Misalnya, kalau ada gempa maka lari keluar dari bangunan; kalau tidak ada gempa maka tidak melakukan apa-apa. Kita akan lari keluar dari bangunan kalau kondisinya terjadi gempa saja.

if kondisi == "gempa":
   # lari
   # keluar dari bangunan
   # selamatkan diri
Kode yang berada di bawah if kondisi == "gempa": akan dikerjakan apabila benar, variabel kondisi bernilai "gempa". Tapi, apabila variabel kondisi tidak bernilai "gempa" maka kode yang berada di bawah if tidak akan dikerjakan. Perhatikanlah cara penulisan kode yang di bawah if, kode-kode tersebut ditulis sejajar dan diberikan tab atau spasi 2x. Bila tidak diberikan tab atau spasi 2x, maka akan dianggap berada di luar blok kode if oleh python.

Contoh program

#adzan.py
adzan_magrib = True

if adzan_magrib:
   print("Saatnya berbuka")
Pernjelasan: kalau variabel adzan_magrib berniai True Maka tampilkan ke monitor Saatnya berbuka.

# penilaian.py

nilai = 8

if nilai < 7:
   print("Anda tidak lulus")
Pernjelasan: kalau nilai lebih kecil dari 7 adalah benar (True) maka cetak Anda tidak lulus.

2. Struktur if-else

Struktur pemilihan ini digunakan saat memiliki dua keputusan. Keputusan pertama berada di blok if dan keputusan kedua ada di dalam blok else. Kode yang berada di blok else akan dikerjakan apabila kondisi yang ada di kode if bernilai salah. Contoh:
adzan_magrib = False
if adzan_magrib:
   print("Saatnya Berbuka puasa")
else:
   print("belum saatnya berbuka")

3. Struktur if-elif-else

Sturktur elif (else if) digunakan apabila terdapat banyak pilihan kondisi. Kalu semua kondisi yang berada di kode if dan elif tidak ada yang benar, maka kode yang ada di blok else akan dikerjakan.
nilai = 80

if nilai >= 90:
   print("Grade: A")
elif nilai >= 80:
   print("Grade: B+")
elif nilai >= 70:
   print("Grade: B")
elif nilai >= 60:
   print("Grade: C+")
elif nilai >= 50:
   print("Grade: C")
elif nilai >= 40:
   print("Grade: D")
elif nilai >= 30:
   print("Grade: E")
elif nilai >= 20:
   print("Grade: F")
else:
   print("Tidak memiliki grade")

Perhatikanlah contoh di atas, apakah yang akan terjadi? keputusan manakah yang akan diambil? Semua kondisi akan diperiksa berdasarkan data yang tersimpan di variabel nilai. Keputusan yang diambil adalah "Grade: B+", karena kondisinya sudah True (80 >= 80).

Kesimpulan

Struktur pemilihan membuat komputer dapat berpikir dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan atau perbandingan yang ada. Tiga struktur pemilihan di atas, penggunaanya berbeda-beda. Tergantung dari kasusnya, bila pilihannya hanya ada satu, maka pakailah yang bentuk pertama; bila hanya ada dua pilihan, maka pakailah yang bentuk kedua; bila pilihannya lebih dari dua, maka pakailah yang bentuk ketiga.